Select Page

“Ngumbah Kujang” Sebagai Destinasi Wisata Kota Bogor | Headline Bogor

“Ngumbah Kujang” Sebagai Destinasi Wisata Kota Bogor | Headline Bogor

KOTA BOGOR – Acara “Ngumbah Tugu Kujang’ merupakan kegiatan tradisi yang sering kali dilaksanakan dan sebagai agenda rutin Pemerintah Kota Bogor, helaran yang sudah menjadi tradisi ini diharapkan dapat melestarikan dan memelihara icon atau simbol Kota Bogor ini, dan juga sebagai bentuk kecintaan akan budaya sunda itu sendiri. Hadir dalam acara tersebut Wakil Walikota Usmar Hariman, Ketua Paguyuban, Ki Lengser, acara “Ngumbah Kujang” dimulai pukul 09.00 dengan disaksikan banyak pihak Pencinta Budaya, Komunitas Budaya, serta Organisasi Masyarakat (29 Juli 2018).

Ketua Panitia “Ngumbah Kujang”
Ki Lengser menuturkan, prosesi ngumbah kujang diawali dengan doa bersama dan air yang digunakan untuk ritual ngumbah kujang sendiri diperoleh dari tiga tempat yakni Kebun Raya, Cidangiang, serta air sungai yang berada di Hotel Amarossa.

“Kita melakukan do’a bersama sebelum melakukan ritual ngumbah dengan teman-teman yang akan melakukan pemanjatan,ini adalah kegiatan rutin yang biasa kita laksanakan setiap tahunnya, mulai dari tahun 90’an dengan ritual pengambilan air dari tiga tempat yaitu Kebun raya, Cidangiang dan kali dibawah Hotel Amarrossa. Dan untuk sekarang ini dibantu oleh pihak Federasi Panjat Tebing dan anak anak SMA se-Kota Bogor sekitar 60 orang selama 3 hari, setiap hari ada 12 orang yang melakukan pembersihan kujang ini. Teknis pelaksanaan, dilakukan pemutusan aliran listrik terlebih dahulu,untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan yaitu tersengat aliran listrik,” ujar Ki Lengser

Dalam kesempatan yang sama Wakil Walikota, Usmar Hariman menyampaikan sejarah “Ngumbah Kujang” yang menjadi tradisi dan icon Kota Bogor.

“Kegiatan ini merupakan icon dan simbol Kota Bogor. Acara hari (Ngumbah Kujang-red) awalnya sempat vakum dari tahun 84, tapi Alhamdulillah, ini tahun yang kedua bisa dilaksanakan kembali kegiatan seperti ini, yang awalnya harus dibarengkan dengan pawai obor tapi karena efesiensi waktu maka dilakukan pelaksaan ngumbah kujang terlebih dahulu dan kemungkinan untuk pawai obor pelaksanaannya nanti bertepatan dengan hari tahrim 1 Muharram,” tutur Usmar.

“Saya harapkan ini bisa menjadikan destinasi bagi pariwisata lokal bogor yang dalam targetnya sampai 12 persen,informasi dari Kadispar bahwa harus terus dilakukan pemeliharaan hal seperti guna mengundang para wisatawan dari luar karena ini sudah masuk dalam kalender Dinas Pariwisata dengan target 250 milyar dari sektor kuliner, jasa perhotelan dan dari wisata-wisata kebun raya dan yang lainnya. Dan berkaitan dengan kondisi kujang ini akan dilakukan renovasi dan perbaikan sebagai icon serta simbol yang dipadukan dengan adanya lawang salapan sebagai daya tarik untuk para wisatawan luar dan dalam , belum sah rasanya kalau ke Bogor belum berfoto dan berselfi dengan latar Tugu kujang dan lawang salapan,” pungkas Usmar

Sebagai informasi Kegiatan “Ngumbah Kujang” dilakukan dengan mempersiapkan segala hal, untuk menjaga keselamatan bagi para pemanjat itu sendiri dengan perlengkapan lengkap dengan melihat situasi cuaca.

Blade

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *