SISI LAIN SUAKA ELANG LOJI BOGOR

(Headlinebogor.com) – Siapa yang tak mengenal Suaka Elang yang terdapat di kawasan Loji Cijeruk kabupaten Bogor. Tempat yang digunakan sebagai tempat rehabilitasi hewan yang dilindungi yaitu Elang sebenarnya juga kaya akan flora dan fauna di dalamnya. Tapi mungkin hanya sedikit yang mengenal bahwa kawasan ini pun mempunyai keanekaragaman hewan jenis amphibi dan reptile yang beragam bahkan diantaranya termasuk hewan endemic.

Beberapa spesies amphibi yang ditemukan di Suaka Elang ini diantara Duttaphrynus melanostictus, Phrynoidis aspera, Limnonectes kuhlii, Occidozyga lima, Megophrys montana, Microhyla achatina, Huia masonii, Hylarana chalconota, Polypedetes leucomystax, Rhacophorus margaritifer, Rhacophorus reinwardtii. Dari sekian banyak spesies kelompok amphibi, Hylarana chalconota paling banyak di temukan, hampir di semua jalur tampak, tapi kenampakan paling banyak terdapat di jalur baru curug dan tempat display elang. Kelompok reftil tidak cukup beragam yang ditemukan yaitu ular siput (Aplopeltura boa) yang tidak berbisa, ular pucuk berbisa rendah (Ahaetlla prasina), ular Boiga cynodon berbisa menengah, ular viper berbisa tinggi (Trimeresurus puniceus), cicak batu (Cyrtodactylus marmoratus), bunglon (Bronchoclea jubata), dan kadal (Mabuya mabouya).

Hewan-hewan jenis amphibi dan reptile sering dianggap menakutkan dan menjijikkan, padahal sebenarnya mereka mempunyai peran dalam keseimbangan ekosistem. Menurut Aris salah satu penggiat di Ciliwung Reftil Center perlunya sosialisasi terhadap masyarakat mengenai hewan jenis ini.

“Saat ini perlu sosialisasi yang intens kepada masyarakat mengenai peranan kelompok hewan amphibi dan reptile, karena tidak jarang hewan kelompok ini karena menjijikan dan membahayakan masyarakat langsung saja membunuhnya. Padahal sebetulnya masih ada solusi yang lebih bijak dapat dilakukan ketika masyarakat bertemu atau melihat hewan kelompok ini. Karena sebetulnya bila penanganannya benar hewan ini tidak akan melukai siapa pun”. Tutur Aris.

 Semoga kelompok hewan ini tetap lestari di alamnya menjaga keseimbangan ekosistem alam secara alami.

kiriman : Cici Lathifah