Dua Bocah Jadi Spesialis Maling Motor di Bogor

Bogor (Headlinebogor.com) – Polres Bogor mengungkap tindak pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Kabupaten Bogor. Sedikitnya ada delapan pelaku yang berhasil diamankan jajaran Satreskrim Polres Bogor. Dua di antaranya anak di bawah umur yang menjadi spesialis curanmor.

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky mengatakan, pelaku yang berhasil diamankan di antaranya berinisial FF, AA, SY, IM, AF, SD, DA serta AZ. Mereka ini bukan sekadar pelaku tindak curanmor, melainkan ada yang berperan sebagai penadah

bawah umur berinisial AA dan FF. Mereka berhasil diamandan pengguna. “Pelaku di kan berkat hasil lidik dari ang­gota dan bantuan informasi masyarakat,” kata Dicky.­

Bacaan Lainnya

Menurut dia, beberapa ba­rang bukti yang berhasil dia­mankan jajaran Satreskrim Polres Bogor dari para pelaku antara lain motor Honda Beat nopol F 3872 FAE, motor Honda Scoopy nopol F 3752 IH, motor Honda Vario nopol F 3913 HB, motor Honda Va­rio nopol B 3178 ECC, motor Honda Vario nopol F 2146 PL, motor Honda Beat nopol F 3872 FAE, motor Honda Beat nopol F 3530 EDR dan motor Honda Vario nopol AG 2187 XK. “Kami juga mengamankan dari tangan pelaku enam kunci kontak motor, tiga lem­bar STNK serta satu BPKB,” ucapnya.

Guna mempertanggung­jawabkan perbuatannya, tambah Dicky, pelaku tindak curanmor akan dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara sembilan tahun. Se­dangkan untuk penadah dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. “Pela­ku akan dijerat pidana se­suai perannya masing-ma­sing,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro Kurniawan menuturkan, kejadian ini terungkap setelah pihaknya menerima laporan tindak curanmor roda dua Honda Vario bernopol AG 2187 XK di Kampung Muaraberes, Ke­lurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong pada Selasa (16/5) sekitar pukul 20:30 WIB.

Setelah melakukan peng­ecekan dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tim penyidik mempe­roleh petunjuk dari para saksi bahwa motor tersebut dibawa para pelaku ke arah Depok. Kemudian penyidik melakukan pengejaran ter­hadap para pelaku hingga ke arah Depok. “Selang dua jam setengah penyidik ber­hasil mengamankan FF. Dari hasil interogasi, yang bersangkutan mengaku telah melakukan pencurian se­peda motor sebanyak sepu­luh kali, salah satunya dila­kukan dengan pelaku beri­nisial SY serta hasil pencu­riannya dijual kepada IM dan MA (kakak dari FF, red),” kata Bimantoro.

Tak hanya itu, pada hari yang sama, Tim Unit Buser Polres Bogor melakukan penyelidikan ke wilayah Wargajaya, Keca­matan Sukamakmur, Kabu­paten Bogor. Penyelidikan ini dilakukan untuk menindakla­njuti laporan masyarakat ten­tang adanya pelaku curanmor yang meresahkan masyarakat atas nama BD. “Pada saat melakukan penggerebekan, pelaku tidak ditemukan. Namun tim buser berhasil mengamankan penadah yang telah membeli motor hasil curian dari BD, pelaku berin­sial SH, DD dam AZ,” ucap dia.

Bimantoro mengimbau masyarakat tidak mengguna­kan motor bodong alias kendaraan tanpa dilengkapi surat berkendara. Sebab, siapa pun pihak yang meng­gunakan motor bodong atau hasil curian bisa dijerat Pasal 480 KUHP dengan tuduhan sebagai penadah. Artinya jika ditemukan masyarakat tengah mengendarai motor bodong yang setelah itu di­telusuri motor tersebut ada­lah hasil curian, maka peng­gunanya harus mempertang­gungjawabkan sebagai pelaku pencurian atau pena­dah sebagaimana dimaksud Pasal 480 KUHP. “Ini kita lakukan supaya dapat men­ekan tindak curanmor itu sendiri. Makanya motor bo­dong tinggalkan saja, men­ding buat kredit,” tutupnya.

 

 

 

 

(Metropolitan.id)