Select Page

Puisi “Lelaki” Karya Yogen Sogen

Puisi “Lelaki” Karya Yogen Sogen

Lelaki

Adalah peluh kelam menderap dalam selaksa pijakan

Debar jantungnya adalah keniscayaan kisah tanpa monumen perjuangan, jika ia mati tanpa sebuah kenangan tanpa menanam apa-apa

 

Lelaki

Pada jutaan mimpi bagai puting ranum di dada perempuan ia meretas ketakapaan dan jika harus membunuh, ia harus tahu bagaimana menjadi pembunuh yang dicintai perempuan

Sebab lelaki adalah kegaduhan riuh resah dan mercusuar di dada perempuan

 

Lelaki

Adalah jalan-jalan semesta di mata perempuan

Jika kelam linang duka di tenggara perempuan

Ia harus tahu menyingkap riuh di barat ataupun Selatan mata perempuannya

Sebab perempuan tak akan menimang langit di pundaknya

Maka setapak duka maupun suka harus dikoyak belati lelaki

Kau dan aku harus tahu menyingkap kebodohan musim yang ditakdirkan setan, dan bukan untuk sebuah diam hanya untuk menyusui cantik perempuanmu

 

Lelaki

Kita tak harus menjadi prasasti hampa

Sebab dipijakmu kini adalah jalan menemu jutaan nafas dari perempuanmu

Namun kau harus tahu membuat​ perhitungan

Jika sekejap pijak tak pernah merajut senyum perempuanmu maka kau harus tahu bagaimana merangkai sebuah henti atau menebas sekali lagi jutaan mimpi di dada perempuanmu

 

Namun

Kita punya banyak perhitungan

Busur panah di matamu

Adalah hanya memeluk rahim perempuan

Jika kau lepas maka kau harus tahu bagaimana ia dikoyak musim yang tidak memiliki cinta

 

Kita tak pernah​ tahu bagaimana perempuan memiliki Semesta di jantungmu

Jika hanya selintas musim yang semi lalu lepas kerontang di dasar jiwamu

Maka kau harus tahu melaut walau pasang dan mungkin surut

 

Sebab kita adalah biduk

Dan pelabuhan yang tak kenal musim bagi yang kau sebut sebagai perempuan.

 

 

Kota Hujan

17/05/17

 

 

***

 

 

 

 

 

 

 

 

Kiriman Yogen Sogen

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *