Dihina Mahasiswa dan Komunitas, Wildan F Mubarock Tetap Menulis

(Headlinebogor.com) – Wildan F Mubarock, penulis novel Sarjana di Tepian Baskom, Sang Pembelajar dan penulis rampaian puisi Kataberkata dalam waktu dekat akan memperkenalkan kisah Sarjana di Tepian Baskom jilid ke tiga. Jika di novel pertama Sarjana di Tepian Baskom Wildan menghadirkan sosok Tegar (guru) dan Daaris (musisi) sebagai fokus utama, kini Pria kelahiran Sukabumi bakal mempertemukan kedua tokoh itu dengan tokoh Wildan (penulis) yang terdapat dalam novel Sang Pembelajar yang akan dihadirkan dalam novel Sang Pemenang.

“Novel Sang Pemenang sedikit kompleks, saya juga akan bermain main dengan psikologi masing masing tokoh. Sang Pemenang akan sangat berbeda dengan Sarjana di Tepian Baskom dan Sang Pembelajar.” Ujar Wildan pada headlinebogor.com di kafe dheline’s.

Bacaan Lainnya

Masing-masing tokoh, Tegar, Daaris dan Wildan bakalan bergantian bercerita tentang kehidupan mereka. Saya selipkan juga kisah cinta tak picisan. Kisah cinta berkelas. Jelas pria penyuka kartun Naruto.

Saat ditanya perihal respon pembaca, Wildan mengutarakan pengalaman pahitnya.

“Saya pernah dihina dan dijelekan di depan forum dan media sosial bahkan komunitas atas tulisan saya. Tak hanya itu beberapa malah menggangap sarjana tidak layak edar karena judulnya membuat image sarjana murahan seperti baskom. Ya, karena saya suka menulis jadi saya nulis sajalah.” Ucap Wildan sambil tersenyum.

Menurut Wildan kritikan yang membangunlah yang membuatnya terus berkarya.

“Saya dengerin masukan positifnya tapi lantas terus menulis bukan malah sebaliknya. Dikritik lantas berhenti.”

Lanjut Wildan, menurutnya setiap karya adalah hasil dan karya akan hidup jika diperbincangkan.

“Saya berterima kasih bagi yang mengapresiasi ataupun mengkritik. Sebab karena merekalah karya saya tetap hidup.” Jelas Dosen di salah satu Univesitas swasta terkemuka di Bogor. (Ysi)