Ia juga menjelaskan, program Keluarga Berencana selain sebagai upaya pengendalian pertumbuhan penduduk juga bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan diharapkan dapat menekan angka kematian ibu dan bayi.

“Berdasarkan data tahun 2019 di Kabupaten Bogor dari 117.350 kelahiran, terdapat 28 kematian ibu akibat melahirkan dan 109 bayi meninggal. Hal ini terus menjadi keprihatinan kita bersama karena kematian ibu saat melahirkan sesungguhnya dapat dicegah melalui perencanaan dan pemeriksaan kehamilan,” tegasnya.

Deni berharap, melalui kegiatan itu bisa menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan dan penanganan kasus kematian ibu dan bayi di Kabupaten Bogor.

Baca Juga  Headline Inspiratif | Grab Ajak Pengguna untuk Bantu Banten dan Lampung Bangkit Kembali

Mulai dari menganalisa permasalahan, menghitung cost dan benefit, hingga menghasilkan rekomendasi strategis, guna mengoptimalisasi program Keluarga Berencana Pasca Persalinan yang sesuai di era pandemi khususnya di Kabupaten Bogor.

“Semoga dalam tiga tahun kedepan Kabupaten Bogor dapat meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir serta anak melalui peningkatan cakupan pelayanan KBPP yang berkualitas,” harapnya. (*)