TPA Galuga Terbakar, HPPMI-LBH WPM dan Mitra Bergerak Bantu Petugas

Dok. HPPMI, LBH WPM Bersama Wakil Wali Kota di TPA Galuga.

KABUPATEN BOGOR – Aksi cepat tanggap ditunjukkan sejumlah elemen masyarakat sipil Kota Bogor dengan menyambangi kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Sabtu (12/9).

Kolaborasi yang melibatkan Himpunan Petani Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) Cabang Kota Bogor, LBH WPM, Cafe Teras Nona Manis, dan Brain Foundation tersebut menyalurkan bantuan logistik secara langsung kepada petugas dan relawan yang tengah berjibaku memadamkan api di lokasi.

Bantuan yang disalurkan berupa makanan, minuman penyegar, serta perlengkapan pendukung operasional. Bantuan tersebut diberikan langsung di kawasan terdampak sebagai bentuk solidaritas terhadap para petugas yang berada di garis depan penanganan kebakaran.

Post ADS 1
Baca Juga  Headline Bogor | Keluarga Abah Surya Atmaja dan 237 Warga Kampung Cisalak Jalani Rapid Test

Kehadiran kolaborasi lintas sektor ini juga menjadi dukungan bagi petugas yang menghadapi risiko paparan asap tebal dan suhu ekstrem selama proses penanganan kebakaran berlangsung.

Ketua HPPMI Kota Bogor, Sion Toni Samosir, yang hadir langsung sebagai perwakilan tokoh lingkungan dan pertanian, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran, khususnya jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH), petugas pemadam kebakaran, serta para relawan penanggulangan bencana.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemadam kebakaran, dan seluruh stakeholder yang bergerak cepat memadamkan api serta menjaga kondisi lingkungan di Galuga. Perjuangan para petugas di lapangan tidak mudah, dan kehadiran kami di sini adalah wujud solidaritas untuk mendukung seluruh jajaran yang berjuang demi keselamatan warga Kota Bogor,” ujar Sion Toni Samosir saat memberikan keterangan di lokasi.

Baca Juga  Headline Bogor | BPJS Kesehatan dan 29 RS di Kabupaten Bogor Tandatangani Kerjasama

Menurutnya, sinergi antara DLH, petugas lapangan, dan elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar penanganan dampak kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan terukur sekaligus meminimalkan risiko terhadap kawasan permukiman di sekitar TPA Galuga.

Ancaman Ekologis Kebakaran TPA Galuga

Peristiwa kebakaran di TPA Galuga menjadi perhatian serius dari sisi ekologi. Tumpukan sampah organik yang tertimbun dalam jangka panjang mengalami proses pembusukan anaerobik yang menghasilkan gas metana.

Gas metana memiliki sifat sangat flamabel atau mudah terbakar sehingga berpotensi memicu subsurface fire, yakni api yang muncul dan menjalar di bawah permukaan tanah serta sulit dideteksi.

Selain potensi munculnya titik api baru, pembakaran sampah secara terbuka juga dapat menghasilkan sejumlah polutan berbahaya.

Debu mikro dapat mengganggu sistem pernapasan dan memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sementara itu, paparan karbon monoksida dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah, terutama bagi petugas yang berada di area paparan.

Baca Juga  Headline Bogor | Revitalisasi Pasar Cisarua Rampung, Aktivitas Pasar Terlihat Lebih Modern Dan Bersih

Selain itu, pembakaran sampah anorganik atau plastik pada suhu yang terbatas dapat menghasilkan senyawa dioksin dan furan yang bersifat beracun serta berpotensi karsinogenik.

Pentingnya Edukasi Pemilahan Sampah dari Hulu

Sebagai tokoh yang bergerak di bidang lingkungan dan pertanian milenial, Sion Toni Samosir menegaskan bahwa penanganan persoalan sampah membutuhkan pendekatan sistemis dari hulu hingga hilir.

“Aksi di TPA Galuga adalah langkah darurat di hilir. Namun, edukasi lingkungan yang paling krusial adalah pemilahan sampah dari hulu—dari rumah tangga dan sektor usaha. Jika sampah organik ditangani sejak awal menjadi kompos atau pakan ternak, akumulasi gas metana di TPA dapat ditekan secara signifikan,” tegasnya.

Baca Juga  Headline Bogor | H. Ace Kembali Terpilih Memimpin Desa Ciampea Udik Untuk Periode 2019 - 2026

Melalui aksi bersama LBH WPM, Cafe Teras Nona Manis, dan Brain Foundation, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat dukungan logistik bagi para relawan DLH dan Damkar di lapangan.

Lebih dari itu, kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Kota Bogor mengenai pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya serta menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. (DR)

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !