Select Page

PEMBAJAKAN MERAJALELA, GRAMEDIA ENGGAN BERKOMENTAR | Headline Bogor

PEMBAJAKAN MERAJALELA, GRAMEDIA ENGGAN BERKOMENTAR | Headline Bogor

KOTA BOGOR – Dunia Penulis kini sedang diresahkan dengan penjualan e-book illegal, walau penerbit sudah bekerja sama dengan Google Play Book Store dan Google Play Store. Akan tetapi banyak oknum yang diduga memainkan miniatur di belakang penjualan e-book illegal tersebut. Gramedia sendiri tidak tahu menahu kalau e-book sedang di bajak oleh para resseler.

Buku e-book bajakkan itu sendiri dihargai Rp. 20.000,- hingga Rp. 100.000,- dengan cara membayar pulsa untuk bisa join di salah satun akun media mereka. Biasanya para resseler e-book berjualan di Instagram. Ebook yang mudah dan bisa didapatkan dengan simple di tangan para penikmat ebook dan gratis selama seumur hidup.

Tidak dapat dipungkiri harga buku di toko saat ini memang terbilang mahal bahkan jarang ada diskon atau potongan harga. Kalaupun ada itupun jika toko tersebut sedang ada bazar atau cuci gudang.

Akan tetapi para remaja zaman sekarang lebih senang mendapatkan apa pun secara instan (gratis-red) tanpa memikirkan dampak untuk para penulis yang berjuang demi menerbitkan sebuah karya.

Untuk dapat menjawab permasalahan ini Headlinebogor.com mencoba mendatangi sebuah Toko buku yang berada di jalan Pajajaran Bogor (Gramedia-red), Dengan cekat Supervisor Toko Buku itu berkata , “Wah, kami tidak menau soal ada pembajakaan E-Book ini, karena pihak Gremedia sangat berhati-hati dalam menjaga citra,” tegasnya.

Pihak Gramedia yang kurang menanggapi kasus hal seperti ini memang seolah-olah membiarkan pembajak Ebook merajalela dan membiarkan para penulis harus menanggung rugi dalam pajak nanti.

Tiara

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *