KOTA BOGOR – Pengurus Cabang GmnI Bogor diundang diskusi bersama pak Wakil Walikota Dedy Rachim. Kegiatan diskusi ini dimaksudkan agar Kader GmnI Bogor dapat berkerja bersama dengan Pemerintah Kota Bogor terutama dalam persoalan penguatan narasi kebangsaan dan pengentasan kemiskinan di Kota Bogor.

“Kota Bogor kini dikenal sebagai Kota yang intoleran. Padahal kalau melihat sejarah perkembangannya kota Bogor ini terdiri dari berbagai suku dan beragam latar belakang. Seharusnya Kota Bogor menjadi Kota paling toleran” ujar Pak Dedy selaku Wakil Walikota Bogor. (4/9)

Penguatan narasi kebangsaan Memang kini menjadi agenda strategis Pemerintah. Hal terebut diwujudkan dengan upaya pemerintah membentuk Badan Pengawal Ideologi Bangsa. Namun dalam pelaksanaannya masih belum maksimal.

Baca Juga  PPLHI Bagaikan 10.000 Bibit Pohon Buah Bagi Masyarakat Bogor

“Penguatan narasi Kebangsaan memang seharusnya menjadi agenda bersama, yang itu harus di pelopori oleh kaum muda” Ujar Ramdani Sekretaris Cabang GmnI Bogor.

GmnI Bogor mengajukan sebuah solusi dalam menguatkan narasi Kebangsaan melalui program sekolah ibu yang menjadi program pemerintah kota Bogor.

“Sekolah Ibu ini sangat bagus dan menjadi langkah konkret dalam membangun serta meningkatkan kualitas SDM khususnya bagi perempuan di Kota Bogor, namun dalam pembelajarannya perlu disisipkan nilai-nilai kebangsaan kepada ibu-ibu dengan tujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini pada generasinya.” Ujar Amel Wakabid Sarinah Bogor

Baca Juga  Dukung Total di Pilwalkot Bogor, Forum Hikmah Madina Minta Bima - Dedie Jadi Bapak Angkat | Headline Bogor

Fera Priyatna selaku ketua cabang GmnI Bogor pun menegaskan, bahwa pengentasan isu-isu intoleransi, rasisme dan diskriminasi akan menjadi agenda strategis Program Kerja GmnI Bogor periode 2019-2021 ini. (*)