KABUPATEN BOGOR – Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik yang prima, Muspika Ciampea, Kabupaten Bogor menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bertemakan, “Kita tingkatkan pelayanan publik yang prima, berbudaya berlandaskan iman dan taqwa “. Rakor ini di gelar di To Salvation Valley Kampung Lembah Kawaluyaan, Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. (5/2).

Selain Muspika Kecamatan Ciampea, hadir juga Kepala Desa se-Kecamatan Ciampea, UPT, MUI, Puskesmas, dengan slogan Ngabret (Ngawangun Barengan Rereongan Teu UdarTaligada) Desa Cihideung Udik berharap dapat memotivasi kinerja pemerintahan desa.

“Jadi intinya membangun bersama dengan semangat gotong royong dan berpegang teguh pada cita-cita. ini adalah percepatan, perbaikan, kemajuan sehingga cita-cita yang kita rancang dan kita impikan agar tercapai,” terang Kades Cihideung Udik, H. Deni.

Baca Juga  Headline Bogor | Bupati Ade Yasin Kukuhkan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor

Dalam sambutannya, Deni menuturkan prioritas dari slogam Ngabret yaitu, pembenahan administrasi secara data bisa akurasi sehingga validasi satu untuk bahan dasar gali pontensi desa. Serta membuat rencana – rencana sesuai data yang valid.

“Karena tanpa data potensi wilayah sumberdaya manusianya, bagaimana menciptakan sebuah kekuatan ekonomi melalui pariwisata dan pertanian khususnya di Desa Cihideung udik. ” Ucap H. Deni Chayadi dalam sambutannya.

Camat Drs. Charudin Felani, MM menjelaskan, rapat koordinasi merupakan kegiatan komunikasi dua arah antara pemerintahan desa dengan stakeholder yang ada di kecamatan.

“Kita sudah melaksanakan rapat koordinasi lintas sektor Ciampea dua kali selama dua bulan, di mana UPT harus hadir termasuk muspika dan para kepala desa se- kecamatan Ciampea, dan tidak boleh di wakilkan, gunanya rakor ini sebagai diskusi dua arah antara UPT dengan para kepala desa, dan lebih cendrung kita bedah kondisi wilayah desa masing-masing,” jelas Felani.

Baca Juga  Headline Bogor | Aliran Deras Sungai Cidurian Rusak Jembatan Darurat Kampung Cigowong

Felani menambahkan, hasil rapat lebih di utamakan pada kesehatan, infrastruktur jalan serta irigasi, untuk kependudukan sendiri ada empati poin yang menjadi bahasan.

“Bahkan tadi ada informasi dari kepala desa tentang pembuatan KTP yang sudah dua tahun namun belum jadi. Tapi sudah di tanggapi oleh Disdukcapil jadi inti nya UPT memberikan solusi dan masukkan kepada apa yang jadi pembahasan keluhan dari para kepala desa Wilayah kecamatan Ciampea. ” Jelasnya. ( Agil ).