
Dulu aku adalah seorang pria yang sangatlah biasa dan kumuh, bahkan orang bilang aku itu pria gembel, tetapi aku tidak pernah menanggapi kicauan dari mulut mereka yang tajam dan pedas itu. Terkadang hati ku terasa sakit bagaikan diiris pedang Arwana karena saking dalamnya perkataan mereka mencaci ku. Namun setelah aku fikir lagi, untuk apa aku sakit hati hanya karena ocehan dari mulut mereka yang tidak bermanfaat itu. Mulut mereka memang tidak pernah disaring saat mencaci aku, tetapi karena terlalu seringnya aku dicaci dan dimaki oleh meraka pada akhirnya mulai saat itu aku berfikir untuk memperbaiki hidupku. Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !