Brian Samosir : Bogor Kota Ramah Anak (?)

OPINI – Bogor kembali meringis. Wilayah yang digaung-gaungkan sebagai kota ramah anak harus menelan pil pahit sebagai akibat ketidaksesuaian antara teori dan kenyataan yang terjadi di lapangan.

Tawuran, ternyata masih menjadi “hobby” sebagian besar pelajar di Kota Bogor. Seperti baru-baru ini, dalam sehari saja terjadi dua tawuran beruntun. Pertama, tawuran yang terjadi di Jalan Raya Pandu Raya, Kelurahan Tegalega, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor hari Minggu (09/02/2020) pukul 04.00 dini. Tawuran ini sendiri menewaskan seorang pelajar setelah menerima bacokan di leher, kepala dan tangan.

Post ADS 1

Kedua, tawuran yang terjadi di Jalan Soleh Iskandar sekitar pukul 03.00 WIB. Tawuran ini menyebabkan seorang remaja terluka pada bagian tangan akibat sabetan celurit.

Baca Juga  Peringatan Hari Ibu Bukan Hanya Moment Selebrasi Semata

Jika merunut kebelakang lagi, dengan jumlah tawuran dalam rentan waktu yang relatif singkat, Bima Arya Wali Kota Bogor bisa dikatakan hanya melakukan “lip service” ketika berbicara tentang Kota Bogor sebagai kota ramah anak.

Lihat saja, tawuran berujung terenggutnya nyawa seorang pelajar yang terjadi pada Sabtu (25/01/2020) sekitar pukul 01.00 WIB, di Jalan RE Martadinata, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Baca Juga  Tawuran Salah Siapa ? | Headline Bogor

Pages: 1 2 3

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !