Headline Bogor | Organda Kota Bogor Pertanyakan Tanggung Jawab Pemerintah Terkait Dihentikannya Operasional BisKita

KOTA BOGOR – Organda Kota Bogor mengaku kecewa dengan dihentikannya operasional BisKita. Karena, dengan diberhentikannya operasional BisKita akan memberikan dampak luas dan efek domino bago transportasi di Kota Bogor.

“Biasanya kalau sudah di stop berhenti, maka akan susah kembali beroperasional. Jadi kembali lagi ke nol. Organda Kota Bogor sangat kecewa dengan berhentinya operasional BisKita. Organda sudah melaksanakan tugasnya menjalankan konversi skema 3 banding 1 untuk mendukung BisKita dan mengawal kelancaran operasionalnya,” jelas Ketua Organda Kota Bogor, R. Ishack.

Baca Juga  Pengunduran Diri Dirum PPJ Jadi Alarm, DPRD Kota Bogor Desak Evaluasi Menyeluruh Direksi

Jadi, lanjutnya, ia meminta kepastian dari Pemkot Bogor untuk kelanjutannya seperti apa, karena program konversi harus diselamatkan yaitu dari 3 angkot berubah menjadi 1 bis.

Post ADS 1

Senada, Sekretaris Organda, Freddy Djuhardi menjelaskan, bahwa program BTS merupakan program Kemenhub dan BPTJ, melalui mekanisme pelelangan. Organda sejak awal munculnya program BTS, mempertanyakan program perlindungan untuk pemenang lelang.

Baca Juga  274 Peserta Ikuti Turnamen Tenis Meja Kadishub Kota Bogor Cup

Karena menurutnya, karena pemenang lelang atau operator sudah membeli 49 bis, merekrut karyawan, supir bis, mekanik dan pengawas lapangan, termasuk pegawai administrasi, hingga membuat KSO, dan proses itu mengeluarkan biaya sangat banyak.

Pages: 1 2

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !