KKB Bunuh dan Bakar Pilot Berkewarganegaraan NZ di Distrik Alama

Dok. Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno/Humas Polri)

TIMIKA – Aksi sadis dan brutal kembali dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua dengan menyandera dan membunuh pilot helikopter PT Intan Angkasa Air Service, Mr. Glen Malcolm Conning, warga negara Selandia Baru berusia 50 tahun.

Selain itu, KKB juga membakar helikopter jenis IWN, MD.500 ER PK di Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah pada Senin 4 Agustus 2024 pagi, sekitar pukul 10.00 WIT.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2024, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, mengonfirmasi insiden ini.

Post ADS 1

“Benar telah terjadi penyanderaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh KKB terhadap pilot Mr. Glen Malcolm Conning di Distrik Alama,” jelasnya.

Baca Juga  Satgas Damai Cartenz-2025 Gagalkan Penyelundupan Senjata ke KKB di Puncak Jaya

Helikopter tersebut mengangkut empat penumpang dari Bandara Moses Kilangin Timika menuju Distrik Alama, termasuk dua tenaga kesehatan, satu bayi, dan satu anak.

Menurut keterangan dari Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, aksi penyerangan terjadi sesaat setelah helikopter mendarat.

“Setelah mendarat, helikopter dan para penumpangnya langsung dihadang oleh KKB, dan pilot dibunuh di tempat. Kemudian, jenazah pilot dibakar bersama dengan helikopternya,” ujar Bayu.

Mr. Glen Malcolm Conning, lahir di Selandia Baru pada 23 Februari 1974, bekerja sebagai pilot untuk PT Intan Angkasa Air Service dan bertempat tinggal di Timika. Nomor paspornya adalah LM096455.

Baca Juga  Headline Nasional | Burunan Terpidana Mati Cai Changpan Ditemukan Tewas Gantung Diri di Bogor

Sementara itu, Bayu memastikan bahwa semua penumpang helikopter selamat.

“Seluruh penumpang dalam keadaan selamat karena mereka merupakan warga setempat di Distrik Alama,” ungkapnya.

Distrik Alama merupakan wilayah yang terisolasi, dan akses menuju daerah tersebut hanya dapat dilakukan melalui transportasi udara.

“Distrik ini terisolir, sehingga helikopter menjadi satu-satunya sarana transportasi yang memungkinkan,” tambah Bayu.

Pihak TNI-Polri dan jajaran Polres Mimika sedang melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

“Kami terus melakukan upaya penegakan hukum terhadap KKB yang mengganggu keamanan di wilayah Papua,” tegas Bayu. (*/DR)

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !