LBH Ansor Kota Bogor Somasi Bupati Purwakarta, Soroti Lirik Lagu Berbahasa Sunda

Dok. Ketua LBH Ansor Kota Bogor, Dita Aditya.

KOTA BOGOR — Ramainya perbincangan publik terkait lirik lagu berbahasa Sunda yang diciptakan oleh Saepul Bahri Binzen menuai respons pro dan kontra dari berbagai pihak. Menyikapi polemik tersebut, LBH Ansor Kota Bogor menilai lirik tersebut berpotensi menimbulkan irisan serius dengan isu gender.

Ketua LBH Ansor Kota Bogor, Dita Aditya, menegaskan perlunya penyelesaian yang jelas agar polemik tidak terus berlarut.

Baca Juga  Pimpin Rapat Terbatas di Pengungsian, Ini 5 Arahan Presiden Terkait Penanganan Gempa Lombok | Headline Bogor

“Kami menilai lirik kontroversial ini harus ada selesainya, agar kemudian tidak menjadi gaduh dan menimbulkan persepsi liar tentang makna dan arti dari lirik tersebut,” ujar Dita dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi pada Kamis (2/7).

Post ADS 1

Menurut LBH Ansor Kota Bogor, lirik lagu tersebut secara umum menggambarkan perbandingan antara laki-laki dan perempuan, namun cenderung melemahkan eksistensi perempuan.

Baca Juga  Headline Nasional | Temukan 4 Permasalahan, KPK Minta Pemerintah Menunda Program Kartu Prakerja

“Lirik yang diciptakan tersebut lebih tendensius melemahkan eksistensi perempuan dan dapat berpotensi menimbulkan permasalahan hukum,” katanya.

LBH Ansor Kota Bogor juga menilai, dengan viralnya konten tersebut, aparat penegak hukum semestinya dapat bertindak proaktif.

Pages: 1 2

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !