KOTA BOGOR – Sebanyak 600 siswa – siswi Sekolah Dasar (SD) di Kota Bogor mengikuti Invitasi Olahraga Tradisional yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor.
Kegiatan ini ini sebagai upaya Pemerintah Kota Bogor dalam melestarikan dan mengenalkan permainan dan olahraga tradisional pada anak usia dini khususnya di anak anak SD.
“Tahun – tahun kemaren kan, sempat terhenti akibat pandemi Covid19, sehingga tidak dimungkin dilaksanakan, jadi tahun ini kita selenggarakan,” ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Herry Karnadi usai menghadiri pembukaan kegiatan tersebut, Jum’at (9/9).
Untuk peserta, menurut Herry, berjumlah 100 orang dari setiap kecamatan, sehingga jumlah kesuruhan peserta berjumlah lebih kurang 600 peserta yang mewakili kurang lebih 120 sekolah yang ada di Kota Bogor.
“Kegiatan ini diselenggarakan hanya satu hari ini saja, sekaligus bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional,’ katanya.
Untuk kali ini, sebanyak 5 permainan atau olahraga tradisional yang dilombakan, diantaranya Dagongan, Egrang, Terompah Panjang, Sumpitan dan Hadang yang dilaksanakan di area luar dan semi indoor GOR Pajajaran.
“Lomba ini dibagi dalam 10 kategori, diantaranya engrang putra, engrang putri dan lain sebagainya,” tandasnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Asperbangkesra), Dody Achdiat yang mewakili Wali Kota Bogor membuka acara ini, menjelaskan, kegiatan tersebut sebagai wujud dari kota ramah keluarga.
“Karena tidak bisa dipungkiri atau dinafikan, generasi atau anak – anak untuk jaman ini memiliki tingkat ego yang tinggi, oleh karena itu dengan olahraga atau permainan tradisional ini dapat membuat anak – anak lebih mengenal dan melestarikannya,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat digelar berkesinambungan, sehingga permainan atau olahraga tradisional ini terus ada dan lestari. Diamana gencarny perkembangan teknologi atau digital.
“Dan kita berharap olahraga atau permainan tradisional ini dapat diakui dunia, yakni dengan cara mendorong melalui guru – guru di tingkat SD bersama organisasi – organisasi yang fokus dalam permainan atau olahraga tradisional ini,” tandasnya.
(DR)