BOGOR – Bertepatan pada bulan kemerdekaan diharapkan masyarakat kota bogor menjaga kondusifitas guna menghindari adanya kejadian-kejadian yang mengganggu aktivitas warga Kota Bogor.

Sehinggga perlunya pengawalan dan patroli secara sistematis oleh pihak keamanan agar pada momentum bulan kemerdekaan masyarakat bisa berkhidmat melaksanakan kegiatan riungannya yang biasa dikenal dengan agustusan atau perlombaan serta upacara bendera merah putih sebagai bentuk penghormatan kepada pendahulu yang telah memperjuangkan indonesia dari bentuk penjajahan

“Saya berharap besar kepada pihak aparat keamanan, pemerintah, ormas maupun elemen lainnya saat bertepatan bulan kemerdekaan agar kita semua dapat menginisiasi gerakan yang berlandaskan nilai nilai persatuan dan menjauhi insiden bentrokan yang mengakibatkan banyak kerugian baik dari segi materil maupun moril” ucap kang fata, mantan aktivis bem se bogor

Baca Juga  Headline Bogor | BKPRMI Jawa Barat Selenggarakan Musyawarah Wilayah, Ini Harapan DPK BKPRMI Bogor Barat

Wakil sekjend sundawani Bogor ini berharap insiden gesekan kemarin yang melibatkan dua ormas BBRP dan BPPKB menjadikan pelajaran penting bagi kita semua agar selalu mengedepankan asas persaudaraan, karena kita sebagai anak bangsa diharapkan menjadi ujung tombak perubahan ke arah yang lebih baik lagi dan ke depan insiden gesekan yang menimbulkan kerugian pada kota bogor tidak akan terulang kembali.

“Pada dasarnya ormas dibentuk untuk lebih bermanfaat untuk masyarakat, sehingga kita selaku pegiat ormas menginginkan adanya perhatian khusus dari pemerintah kota maupun Kabupaten Bogor untuk menjalin silaturahim antar ormas agar adanya komunikasi yang intensif sehingga kita semua bisa bergerak beriringan, besatu dan berdampingan” ucap Tank Bima selaku sekjend sekaligus ketua DPC sundawani Bogor Kota

Baca Juga  PJI Kota dan Kabupaten Bogor Resmi Dikukuhkan | Headline Bogor

“Masyarakat tetap tenang atas insiden kemarin, kita serahkan semua pada pihak yang berwajib agar permasalahan ini tidak berbuntut panjang dan dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Yang pasti kita jangan cepat menilai dan menghakimi mana yang salah atau benar, sesuai tupoksi kepolisian yang berkenan merilis kronologi insiden tersebut” ucap Fata. (*)