KABUPATEN BOGOR – Sebuah kegiatan pengajaran dan pembangunan di kawasan Kabupaten Bogor oleh Mahasiswa Politeknik AKA Bogor akhirnya selesai. Kegiatan tersebut dilakukan di Desa Cibadak, Kampung Cibakatul, RT/RW 03/04, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. (28/12/19)
Program yang dimulai dari hari Sabtu, 21 Desember 2019 ini dicanangkan oleh Kementerian Sosial Masyarakat BEM Ikatan Mahasiswa Politeknik AKA Bogor memiliki nama Gerakan IMAKA Mengajar. Program ini memiliki tujuan utama untuk menumbuhkan motivasi anak-anak dan masyarakat di daerah tertinggal.

Walau sudah memiliki akses listrik, namun keadaan masyarakat disana cukup tertinggal. Terlebih dalam urusan pendidikan, sanitasi lingkungan, kurangnya infrastruktur seperti MCK, dan kurangnya fasilitas mushola. Masyarakat disana juga menggunakan sumber air dari sungai yang akan surut bila kemarau datang.
Karena keadaan tersebut, kampung yang berjarak +- 43 Km dari Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor ini mempunyai beberapa masalah. Dalam hal pendidikan sendiri karena kurangnya pemahaman pentingnya pendidikan bagi orang tua dan anak. Banyak anak-anak yang telah lulus dari sekolah setingkat sekolah dasar tidak melanjutkan sekolah. Alasan tersebut juga diperparah dengan keadaan jarak sekolah yang juga jauh.
Kekurangan pemahaman tentang sanitasi lingkungan, MCK, sulitnya sumber air, dan fasilitas Mushola pun memperburuk keadaan masyarakat disana.


Berdasarkan kebutuhan disana banyak kegiatan yang dilakukan mahasiswa disana. Mulai dari pengajaran anak-anak disana yang dibagi kedalam beberapa kelompok. Kemudian dalam 8 hari waktu total disana terealisasikan dua pembangunan, yaitu Bak Penampung dan MCK. Bak penampung sendiri yang dibuat memiliki kapasitas maksimal 2000 liter dan untuk MCK sendiri dibangun dua pintu dengan ukuran 345 x 180 x 200 cm.
Dalam setiap harinya selama 8 hari ada juga beberapa kegiatan untuk meningkatkan kualitas SDM disana seperti workshop pemberdayaan masyarakat, medical checkup, dan penyuluhan kesehatan.

Dalam 8 hari kegiatan mahasiswa disana, masyarakat baik dewasa maupun anak-anak turut aktif dalam kegiatan. “Selama kegiatan yang dilaksanakan positif insyaAllah masyarakat disini juga ikut bareng mahasiswa dan kita pun juga bersyukur adanya kegiatan ini” kata pak Acep, salah satu tokoh masyarakat. (*)


