
Menurutnya, penting menangkal penyebaran ideologi menyimpang seperti isu radikalisme. Untuk itu ia meminta pondok pesantren lebih fokus kepada pendidikan dan pembinaan para santri.
“Saat ini dengan mudahnya isu radikalisme disebar melalui media sosial, dimana berita yang disampaikan tidak utuh hanya setengah-setengah, membuat masyarakat tidak paham dan berpotensi salah menerima dan memahami pesan yang disampaikan,” ujar Ade Yasin.
Lanjut Bupati, peringatan HSN dibarengi juga dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah melalui Bogor Bersholawat. Katanya, pada momentum Maulid Nabi Muhammad ini ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bogor bersama-sama meneladani kecintaan Rasulullah kepada umatnya.
“Dalam rangka memperingati Maulid nabi Muhammad SAW, kita akan fokus dan ikut serta agar pendidikan pondok pesantren dan madrasah ini maju. Kami pun mengundang KH. Mustofa Aqil Siradj untuk memberikan tausiah, Alhamdulillah mendapat sambutan yang meriah dari masyarakat,” beber Ade Yasin.
Kemudian, Ketua MUI Kabupaten Bogor Mukri Aji menambahkan, bahwa Hari Santri Nasional sebuah kewajiban untuk diperingati dan bagi para santri pondok pesantren di Kabupaten Bogor dan seluruh indonesia agar menjadi hamba yang sholeh dan sholehah, juga calon kyai, calon intelektual, calon pejabat, calon gubernur, dan juga presiden. Menjadi santri yang saling bertoleransi antar umat dan toleransi aqidah.
“Nuansa ini cukup luar biasa untuk bahan muhasabah bahwa Indonesia merdeka dibuat oleh santri dan para kyai. Di era milenial yang seperti ini, di era digital ibu Bupati Bogor telah merespon dengan Bogor Berkeadaban yang ada di Pancakarsa. Itu sangat luar biasa dengan menyiapkan 1.000 hafidz Al Quran, dan pondok-pondok pesantren untuk menyongsong santri-santrinya yang tidak hanya menguasai ilmu agama tapi mereka juga menguasai ilmu teknologi,” imbuh Mukri Aji. (*)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !