
KOTA BOGOR – Elemen Organisasi Kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam Cipayung Kota Bogor mengeluarkan pernyataan sikap terkait pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Bogor.
Elemen organisasi mahasiswa ini menyoroti dinamika politik yang dinilai rentan terhadap perpecahan, kecurangan, serta pelanggaran netralitas oleh aparatur negara dan penyelenggara pemilu.
Dalam pernyataan tersebut, Cipayung Kota Bogor menyoroti adanya indikasi ketidaknetralan pejabat, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu. Hal ini dinilai dapat merusak prinsip demokrasi yang telah diperjuangkan sejak era Reformasi.
“Dari tingkatan tertinggi, seperti presiden, mulai mempertontonkan keberpihakan terhadap calon di Pilkada. Hal ini diikuti oleh pejabat daerah, sehingga mengancam demokrasi kita,” tulis Cipayung Kota Bogor yang diterima redaksi, Rabu (27/11)
Cipayung Kota Bogor menganggap praktik ketidaknetralan dan keberpihakan tersebut sebagai ancaman serius terhadap keadilan dan transparansi pemilu, yang pada akhirnya dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi.
Tujuh Seruan Utama Cipayung Kota Bogor
Untuk menjaga keadilan dan netralitas Pilkada di Kota Bogor, Cipayung menyampaikan tujuh poin penting dalam seruannya, antara lain:
Cipayung Kota Bogor berharap Pilkada 2024 dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi. Mereka menekankan pentingnya penyelenggaraan Pilkada yang jujur, adil, dan bebas dari intimidasi atau tekanan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga Kota Bogor memiliki hak untuk memilih tanpa adanya tekanan atau praktik politik uang,” tegas Cipayung Kota Bogor. (*/DR)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !