JAKARTA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan ketidaknyamanannya terhadap dekorasi Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berlangsung di New York, Amerika Serikat.

Ia merasa bahwa warna-warni yang digunakan dalam dekorasi sidang kali ini dapat disalahartikan sebagai simbol LGBTQ.

“Saya merasa risih ketika memasuki Majelis Umum PBB dan melihat banyak warna yang terkait dengan LGBTQ,” ujar Erdogan, seperti yang dilaporkan oleh stasiun televisi lokal, Haberturk.

Baca Juga  Bakal Dipulangkan ke Filipina, Nasib Mary Jane di Tangan Presiden Ferdinand Marcos Jr

Erdogan menyatakan keinginannya untuk berbicara dengan Sekretaris PBB Antonio Guterres mengenai isu ini, sambil mengingat bahwa pemerintah Turki memperketat pendiriannya terhadap kebebasan LGBTQ.

Namun, beberapa diplomat PBB berpendapat bahwa Erdogan mungkin salah menafsirkan 17 warna yang ada dalam dekorasi tersebut.

Warna-warni tersebut sebenarnya mencoba memperingati tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yang merupakan agenda global untuk mengatasi berbagai masalah seperti kelaparan, kemiskinan, perubahan iklim, dan kesetaraan gender.

Baca Juga  Tampil di World Tea Expo 2018, Teh dan Rempah Indonesia Raup USD 1,68 Juta | Headline Bogor

Meskipun Guterres mendukung isu LGBTQ, tidak ada upaya dari PBB untuk mempromosikannya melalui dekorasi tersebut. Juru bicara Guterres belum memberikan komentar atas pernyataan Erdogan. (DR)