TASIKMALAYA – IKAWI LSM GMBI melakukan silaturahmi dan audiensi dengan KPAID Kabupaten Tasikmalaya sekaligus mewakili Forum KPAID Jawa Barat pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dalam perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, serta penanganan persoalan sosial di masyarakat.
Audiensi dipimpin langsung oleh Sekretaris 1 Umum IKAWI LSM GMBI, Rita Puspita didampingi Bendahara serta anggota DPP IKAWI dari Ciamis, Tasikmalaya dan Priangan Timur
“DPP IKAWI LSM GMBI hadir sebagai wadah perempuan yang memiliki komitmen kuat terhadap pemberdayaan masyarakat, perlindungan anak, serta penguatan sosial dan ekonomi masyarakat rentan,” ujar Sekretaris 1 Umum IKAWI Rita Puspita dalam audiensi tersebur, dikutip Selasa (19/5).
Dalam pertemuan itu, IKAWI juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung program perlindungan anak dan pengentasan kemiskinan melalui sinergi strategis bersama organisasi dan pemerintah daerah.
Selain membahas perlindungan anak, IKAWI turut memaparkan sejumlah temuan lapangan terkait persoalan bantuan sosial. Menurut mereka, masih banyak masyarakat miskin dan kelompok rentan yang belum tersentuh bantuan akibat persoalan pendataan dan klasifikasi desil.
“Masih banyak perempuan kepala keluarga, janda, lansia hingga anak yatim yang seharusnya mendapatkan bantuan sosial, namun belum terakomodasi karena persoalan data dan klasifikasi,” kata Rita.
IKAWI menilai sejumlah warga masuk kategori desil tinggi hanya karena tercatat sebagai pekerja swasta, wiraswasta, memiliki kendaraan, atau aset warisan. Padahal, kondisi ekonomi mereka dinilai masih lemah dan membutuhkan intervensi dari pemerintah pusat maupun daerah.
Melalui audiensi tersebut, IKAWI berharap adanya penguatan koordinasi dan kolaborasi antara organisasi masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga perlindungan anak agar program sosial dan perlindungan masyarakat dapat berjalan lebih tepat sasaran. (DR)