
KOTA BOGOR — Penguatan kelembagaan menjadi fokus awal Program Pengabdian Pengembangan Masyarakat (PPM) tahun ketiga yang dilaksanakan Program Studi Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian (PPP), Sekolah Vokasi IPB University, di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Komunikasi Organisasi dan Kepemimpinan” pada Sabtu, 19 September 2026.
“Alhamdulillah, ini merupakan tahun ke-3 Program Studi Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian bermain dan belajar bersama-sama di sini,” ujar Ketua Program Studi PPP, Muhammad Iqbal Nurulhaq.
FGD tersebut melibatkan tiga kelompok, yakni KTD Lemah Duhur, KTD Alam Jaya Makmur, dan KWT Ciharashas. Diskusi dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi kelompok, mulai dari pola komunikasi, pembagian peran, keaktifan anggota, hingga kepemimpinan dalam menjalankan kegiatan organisasi.
Kegiatan ini didampingi tim dosen Program Studi PPP yang terdiri atas Ratih Kemala Dewi, Restu Puji Mumpuni, Dr.Eng. Henry Kasmanhadi Saputra, Tri Budiarto, Agief Julio Pratama, Widya Hasian Situmeang, Muhammad Iqbal Nurulhaq, dan Ririh Sekar Mardisiwi. Pelaksanaannya turut didukung Sylvina Azkyah sebagai fasilitator, Alleta Aurel Kanayla sebagai co-fasilitator, serta Revalina Sulaeman dan Muhammad Arif Rahman sebagai asisten kegiatan.
Ketua Pelaksana PPM 2026 dari Program Studi PPP, Tri Budiarto, menjelaskan bahwa penggalian potensi dan kebutuhan setiap kelompok dilakukan terlebih dahulu untuk menentukan bentuk pendampingan yang tepat.
“Kami mau menggali potensi dan kebutuhan dari KTD dan KWT terlebih dahulu karena harapannya tidak hanya PPP yang bisa, KTD dan KWT pun bisa lebih maju” ungkap Tri.
Dalam diskusi bersama KTD Lemah Duhur, diketahui bahwa kelompok tersebut telah memiliki struktur kepengurusan, pembagian bidang kegiatan, dan pertemuan rutin setiap bulan. Namun, komunikasi dan partisipasi anggota masih perlu diperkuat.
Sejumlah tantangan yang dibahas meliputi kesibukan anggota dalam kegiatan pertanian, keterbatasan perencanaan dan evaluasi, serta kebutuhan regenerasi kepemimpinan.
Sementara itu, KTD Alam Jaya Makmur masih memerlukan penguatan mekanisme dasar organisasi. Pertemuan kelompok belum memiliki jadwal tetap, sedangkan pemanfaatan grup WhatsApp sebagai sarana komunikasi belum merata. Pembagian tugas juga perlu diperjelas agar kegiatan tidak hanya terpusat pada ketua dan lebih banyak melibatkan anggota.
Adapun diskusi bersama KWT Ciharashas, yang didampingi Widya Hasian Situmeang, membahas perkembangan kegiatan pertanian dan pemasaran kelompok. KWT tersebut telah menjalankan berbagai kegiatan, mulai dari hidroponik, pembibitan mandiri, produksi sayuran, hingga edukasi hidroponik.
Untuk pemasaran, kelompok telah menjangkau pengepul, Lokatani, SPPG, restoran, serta konsumen langsung melalui media sosial dan komunikasi dari mulut ke mulut.
Meski demikian, KWT Ciharashas masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan anggota aktif, pembagian waktu, serangan hama, kondisi pasar yang belum stabil, dan ketergantungan pada pengepul. Penguatan pembukuan, administrasi kelompok, serta mekanisme kerja sama dengan mitra juga menjadi perhatian.
Hasil diskusi dari ketiga kelompok tersebut selanjutnya menjadi dasar penyusunan rencana tindak lanjut PPM tahun ketiga. Beberapa aspek yang akan diperkuat meliputi optimalisasi pertemuan rutin, komunikasi antaranggota, partisipasi dalam pengambilan keputusan, pembagian tugas yang lebih jelas, serta regenerasi kepemimpinan.
FGD ini menjadi tahap awal rangkaian PPM tahun ketiga di Kelurahan Mulyaharja. Melalui penggalian kondisi secara langsung, tim PPM bersama masyarakat berupaya merancang pendampingan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing kelompok agar kelembagaan semakin kuat dan mampu berkembang secara berkelanjutan. (DR)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !