
KOTA BOGOR – Lembaga Pemerhati Kebijakan Pemerintah (LPKP) mengkritik pola komunikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Menurut Direktur LPKP, Rahmatullah, KPU Kota Bogor seharusnya lebih melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam setiap kegiatannya.
“Partisipasi pemilih sangat erat dengan keberhasilan penyelenggaraan Pilkada. Oleh karena itu, KPU harus memberikan perhatian khusus terhadap hal ini,” ujarnya.
Rahmatullah menegaskan pentingnya KPU sebagai bagian sentral dalam demokrasi. Ia juga menyoroti pentingnya informasi dan edukasi yang diberikan kepada masyarakat secara luas.
“Jadi KPU itu bagian dari hal yang sentral dalam sebuah demokrasi..dan bagaimana KPU bisa memberikan informasi edukasi kepada semua masyarakat jika pola komunikasinya seperti ini,” ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor, Sapta Bela, mengungkapkan kekecewaannya KPU Kota Bogor yang dinilai mengabaikan peran pemuda dalam berbagai kegiatan terkait Pilkada Kota Bogor 2024.
Sapta menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menerima undangan dari KPU dalam setiap kegiatan terkait Pilkada Kota Bogor. Ia mempertanyakan alasan KPU Kota Bogor tidak melibatkan KNPI sebagai wadah organisasi kepemudaan.
“Sebagai Ketua KNPI Kota Bogor, saya tidak pernah menerima undangan dalam berbagai kegiatan KPU. Ada apa KPU Kota Bogor dengan KNPI sebagai induk organisasi kepemudaan di Kota Bogor,” ujar Sapta, Kamis (26/9).
Ia juga merasa heran dengan kinerja KPU Kota Bogor di bawah kepemimpinan Muhammad Zaenal Habibi, terutama saat kegiatan pengundian nomor urut calon. Sapta menegaskan bahwa unsur pemuda sama sekali tidak dilibatkan dalam acara tersebut.
“Kemarin acara gebyar pengundian nomor urut, sama sekali unsur pemuda tidak dicolek,” tandasnya. (DR)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !