Presiden Tegas Akan Perangi Kebocoran Anggaran di Semua Tingkat

Dok. Sambutan Presiden Prabowo Subianto saat acara Penyerahan Digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) 2025 serta Peluncuran Katalog Elektronik Versi 6.0 di Istana Negara /BPMI Setpres)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya efisiensi dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Pernyataan ia sampaikan saat acara Penyerahan Digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) 2025 serta Peluncuran Katalog Elektronik Versi 6.0 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/12).

“Kita harus sekali lagi saya tekankan, hemat, kita harus kurangi kebocoran dari anggaran. Saya bertekad untuk memerangi kebocoran di semua tingkat,” ujar Presiden Prabowo.

Post ADS 1

Ia juga mengimbau agar anggaran digunakan secara efisien dan memprioritaskan pengeluaran yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

“Saya mengajak seluruh unsur untuk mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang bersifat seremoni, kurangi yang bersifat terlalu banyak kajian, seminar, dan sebagainya. Sekarang saatnya adalah mengatasi masalah langsung,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi prioritas utama pemerintah. Ia menekankan pentingnya negara menjamin kebutuhan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Saya berkeyakinan tidak ada negara yang aman kalau negara itu tidak bisa menjamin makan untuk seluruh rakyatnya. Karena itu, masalah ketahanan pangan ini menjadi prioritas utama,” kata Presiden.

Presiden juga mendorong pengembangan lumbung pangan nasional hingga tingkat desa sebagai upaya mencapai kemandirian pangan.

Menurutnya, tradisi lumbung desa merupakan warisan kearifan lokal yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.

“Ini adalah kearifan bermasyarakat nenek moyang kita ribuan tahun. Kita belajar tiap desa punya lumbung desa, semua suku, semua daerah di nusantara ini. Lumbung desa adalah tradisi nenek moyang kita,” ujarnya.

Selain fokus pada ketahanan pangan, Presiden juga menyoroti pentingnya swasembada energi. Ia menyebutkan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara mandiri energi, sejajar dengan Brazil dan Kongo.

“Kita harus pandai manfaatkan karunia ini. Kita tidak boleh lengah, kita tidak boleh malas, dan kita tidak boleh mengikuti kebiasaan-kebiasaan yang mungkin tidak produktif,” tandasnya. (DR)

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !