
JAKARTA – TNI Angkatan Laut (TNI AL) dikabarkan saat ini sedang melakukan kajian mendalam mengenai kebutuhan kapal induk untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dalam keterangannya kepada wartawan di Markas Besar TNI AL, Kamis (6/2).
Menurut Ali, kajian ini merupakan bagian dari upaya pembangunan kekuatan TNI AL ke depan.
“Kapal induk masih dalam tahap pengkajian, tetapi tampaknya kita memerlukan kapal induk terutama untuk kepentingan OMSP,” ujarnya.
Ali menegaskan bahwa pembangunan kekuatan pertahanan merupakan tanggung jawab Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Namun, TNI AL tetap aktif mengusulkan kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista) yang perlu dikembangkan.
“Untuk masalah pembangunan kekuatan, itu memang ranah Kemhan, tapi kita mengusulkan. Dari Angkatan Laut, kami mengusulkan apa yang perlu dikembangkan terkait alutsista,” jelasnya.
Peningkatan Kekuatan Armada Laut
Saat ini, TNI AL telah menerima sejumlah kapal perang baru, baik yang diproduksi di dalam negeri maupun diimpor dari luar negeri.
Ali menyebutkan bahwa Indonesia baru saja menerima dua kapal jenis Pattugliatore Polivalente d’Altura (PPA) dan dua fregat dari Italia.
“Kemarin di Italia, kita mendapatkan dua PPA dan dua fregat. Meskipun itu OPV (Offshore Patrol Vessel), kelasnya tetap fregat,” ungkapnya.
Selain itu, dua fregat Merah Putih sedang dalam proses pembangunan di dalam negeri, sementara dua light frigate dari Lampung telah diluncurkan.
TNI AL juga menerima beberapa kapal cepat rudal (KCR) dari Turki. Ali menambahkan bahwa ada kemungkinan penambahan fregat dari beberapa negara di masa mendatang.
“Mungkin nanti akan ada tambahan lagi fregat dari beberapa negara,” pungkasnya. (KN)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !