Headline Bogor | Universitas Pakuan Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Pendidikan

KOTA BOGOR – Universitas Pakuan mengadakan acara pengukuhan Prof. Hj. Eri Sarimanah, M.Pd. sebagai Profesor Bidang Pendidikan Bahasa dan Dr. Indarini Dwi Pursitasari, M.Si. sebagai Profesor Bidang Pendidikan IPA Universitas Pakuan. Pengukuhan dilaksanakan di hadapan Sidang Senat Universitas Pakuan yang dihadiri anggota senat Universitas Pakuan. (16/3).

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Pakuan, Prof. Dr. H. Bibin Bibin Rubini, M.Pd., memberikan penghargaan dan apresiasi setinggi – tingginya atas telah diraihnya Profesor oleh Prof. Hj. Eri Sarimanah, M.Pd. dan Prof. Dr. Indarini Dwi Pursitasari, M.Si. Dan dalam kesempatan itu, Prof. Bibin pun memotivasi seluruh Dosen Universitas Pakuan untuk meningkatkan Jabatan Akademik Dosen (JAD).

“Alhamdulillah, Unpak menghasilkan 2 orang guru besar lagi dalam bidang Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia, dan Pendidikan IPA. Hal yang sangat menggembirakan, bahwa yang satu Prof Dr. Eri Sarimanah, MPd menekuni bidang riset tentang Literasi Baca, dan yang satunya Prof Dr. Indarini Dwi Pursitasari, MSi, menekuni bidang riset Literasi Sains,” ujarnya.

Post ADS 1

Lanjut Prof. Bibin, Fakta di lapangan hasil Skor PISA (Program for International Student Achievement) dari periode ke periode belum bisa meningkatkan skor PISA tersebut, yang meliputi Literasi Sains, Literasi Membaca, dan Literasi Numeric. Saat ini tuntutan pembelajaran diarahkan pada kemampuan literacy siswa pada abad 21, meliputi Literacy membaca, Literacy Sains, Literacy numeric, Literacy Teknologi, Literacy
Sosial, dan Literacy Budaya.

“Tantangan ke depan, khususnya dalam peningkatan literacy siswa, Bagaimana upaya meningkatkan skor PISA untuk siswa di Indonesia agar bisa lebih baik. Dan harapan saya kedua Profesor bidang pendidikan yang dihasilkan dari Unpak ini dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam literasi membaca dan literasi sains di wilayah Bogor bisa juga untuk yang lebih luas cakupannya,” tandasnya.

Sementara itu, Prof. Hj. Eri Sarimanah, M.Pd. bersyukur atas pengukuhannya sebagai Guru Besar Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, atas raihan akademik ini, ia ingin bagaimana agar bisa terus mengajak anak didik dan mahasiswa terus mengabdi bagi bangsa ini.

“Dengan tantangan – tantangan yang semakin besar ini, bagaimana para generasi milenial dipacu untuk berkontribusi bagi masyarakat luas. Dalan menghadapi era sekarang ini, ada harapan bahasa Indonesia menjadi bahasa di ASEAN, tapi tentu saja harapan ini kita bisa wujudkan dengan cara kita terus menjunjung tinggi dan menghormati bahasa Indonesia,” ujarnya.

Terkait dengan perkembangan bahasa asing yang menjadi tren di kaum milenial, Prof. Eri Sarimanah, tidak bisa menapik dengan masuknya bahasa asing tersebut. Namun mwnurutnya, Bahasa Indonesia harus dijunjung tinggi sebagai bahasa nasional dan bahasa pemersatu bangsa. Dan dengan Konsistensi tersebut harapannya, Bahasa Indonesia kelak menjadi bahasa pemersatu di ASEAN.

“Saya kira begini, selama bahasa serapan itu bisa memperkaya bahasa Indonesia, kalo sudah dalam prosesnya, dimana pembinaan dan pengembangan bahasa itu diserap, dan itu memperkaya. Asal itu sudah dalam proses pembakuan bahasa,” tandasnya.

Tidak jauh dengan Prof. Hj. Eri Sarimanah, M.Pd., Prof. Dr. Indarini Dwi Pursitasari, M.Si. bersykur atas raihan akademiknya. Dan dengan raihan ini, Prof. Indarini merasa lebih tertarik dan tertantang untuk meningkatkan tentang literasi sains dan keterampilan berpikir tingkat tinggi, karena Literasi sains itu diperlukan dalam abad 21 terutama 4.0 dan 5.0.

“Dan hasil dari riset saya saat ini, saya menghasilkan beberapa model pembelajaran yang diimplementasikan pelajaran IPA di SMP. Dan riset ini telah diimplementasikan di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Sukabumi dan Kabupaten Cianjur, dan Insya Allah di Provinsi Jawa Barat dan jika dimungkinkn tingkat nasional. Dan untuk riset – riset pendidikan yang masuk dalam riset sosial, saya telah ada 9 hak cipta,” tuturnya.

“Harapan saya semoga kedepan, target pemerintah, literasi sains pada tahun 2023 bisa sampai 500, dan untuk sekarang masih di bawah 500. Dan untuk target tahun 2021 ini, saya mendapatkan hibah, bagaimana mengembangkan suatu pembelajaran bahan ajar berbasis eco literasi, yaitu literasi yang betkaitan dengan ekologi – ekologi lingkungan,” tandasnya. (*)

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !