JAKARTA – Asosiasi industri pariwisata yang tergabung di bawah payung Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) melakukan “Deklarasi Industri Pariwisata Bergerak dan Perang Terhadap Covid-19”.
Deklarasi ini menjadi aspirasi bersama asosiasi industri pariwisata untuk menjalankan dan melakukan pengawasan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin dalam mewujudkan pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai penggerak roda kegiatan perekonomian masyarakat.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyambut baik gerakan yang dibuat industri untuk bersatu padu membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dimana terdapat lebih dari 30 juta masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Hari ini kami sangat berbahagia bahwa industri di sektor pariwisata menyatakan akan bergerak melawan Covid-19. Tentunya ini butuh dukungan akan kepatuhan dan kedisiplinan kita untuk menerapkan protokol kesehatan. Jadi saya ucapkan terima kasih atas inisiatifnya dan kami siap untuk berkolaborasi,” kata Menparekraf Sandiaga Uno usai menghadiri acara deklarasi yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Senin (19/4).
Menparekraf Sandiaga menjelaskan, selain penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, komitmen ini juga akan diwujudkan dengan penyiapan-penyiapan destinasi wisata yang memenuhi unsur-unsur kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keberlangsungan lingkungan.
“Terakhir, dengan komitmen tersebut diharapkan dapat menciptakan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Mudah-mudahan dengan semangat bersama, kita bisa bangkit untuk mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Sandiaga.
Sementara Ketua Umum GIPI, Didien Junaedy, mengatakan, deklarasi ini juga menjadi payung dari industri pariwisata dalam menjalankan strategi inovasi, adaptasi, dan kolaborasi yang akan menentukan kepariwisataan Indonesia ke depan.
“Upaya dalam membangkitkan pariwisata Indonesia ini membuka peluang atau momentum untuk melaksanakan kolaborasi antara industri dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dan kolaborasi ini harus betul-betul dijaga agar pariwisata kembali menjadi leading sector di perekonomian Indonesia,” kata Didien Junaedy. (*)