JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyebut per 31 Agustus 2019 jumlah lahan gambut lebih dari 80 ribu hektar terbakar, dan 238 ribu hektar hutan terbakar dan yang terbesar kebakaran hutan dan lahan terjadi di Riau sebanyak 40 ribu hektar.

Menurut Doni, rendahnya curah hujan yang terjadi di wilayah karhutla berakibat fenomena el nino makin memperburuk kebakaran dan kualitas udara yang ada di Riau.

“Persoalan kenapa semakin hari jumlah hotspot semakin meningkat dan sejumlah daerah ketebalan asap dan polutan semakin tinggi, yang pertama curah hujan nyaris tidak ada,” kata Doni.

Baca Juga  Aerofood Acs Dipercaya Siapkan Makanan Sehat untuk Atlet Indonesia | Headline Bogor

Untuk pemadaman kebakaran lahan dan hutan BNPB sendiri telah mengerahkan 42 unit helikopter.

Dikarenakan masih belum efektif, BNPB bersama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bersiap sedia jika ada kemunculan awan agar bisa segera dibuat hujan buatan.

“water bombing maupun selang air bukanlah upaya yang efektif untuk memadamkan api, hanya hujan yang bisa memadamkan api Karhutla di sejumlah wilayah,” jelas Doni. (*)