OPINI – 2 September 2018 kemarin, berakhir sudah pagelaran Asian Games ke-18 yang mendulung tema Enegy of Asia. Prestasi para atlet yang melonjak drastis dibanding 4 tahun terakhir menambah semarak dan antusiasme masyarakat. Sebuah kebanggaan sebagai Indonesia, dimana negara besar ini akhirnya bisa berunjuk gigi kembali.
Sebanyak 137 atlet berprestasi yang berhasil meraih medali juga melalui MenPAN-RB juga akan dipromosikan menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Ditambah bonus rumah dan uang, adalah sebuah kebijakan yang sangat baik dimana pemerintah akhirnya melirik para atlit secara serius. Diperhatikan kehidupannya, itu poinnya. Bonus uang, rumah, hingga promosi PNS disemogakan bisa menjadi pemicu yang baik untuk mendongkrak semangat atlet.
Atlet adalah pekerjaan, persuasi ini yang harus digalak pemerintah.
Tantangannya sekarang, bagaimana mengeneralisasikan ini sampai ke tingkat daerah. Banyak atlet yang akhirnya hanya berkarir sampai ke tingkat Kota/ Provinsi dikarenakan jam terbang dan jalur menuju tingkat nasional tidak sampai ke telinga mereka. Apalagi kepada atlet domisili luar pulau Jawa.
Pemprov sampai ke tingkat rendah pemda, harusnya diberi tugas untuk memantau, memicu, dan meng-upgrade kualitas pun kuantitas atlet daerah, agar diharapkan bisa memberi sumbangsih yang baik untuk dunia atlet.
Prasarana adalah salah satu pemicu. Baik gelanggang olahraga (GOR) dan media-media lain yang berhubungan dengan olahraga harus dibangun agar kedepannya diharapkan dapat memacu semangat atlet pun calon atlet.
Seperti penggalan lagu pelantun Adele, when we were young, bahwa masa keemasan atlet hanya sebentar, jadi sudah selayaknya diberi perhatian yang serius.
Kedepannya, slogan The Energy Of Asia semoga bisa menjadi identitas baru yg tersemat kepada bangsa Indonesia.
Penulis :
Brian Samosir
Kader GMKI Bogor