KOTA BOGOR – Ketua Himpunan Petani Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) Kota Bogor, Toni Samosir, menilai pengisian jabatan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor harus mengedepankan prinsip meritokrasi dan kompetensi, bukan sekadar rotasi jabatan.

Menurut Toni, penataan birokrasi pada instansi yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan pertanian menjadi perhatian publik. Ia menegaskan momentum pengisian kursi Kepala DKPP harus menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam menerapkan prinsip the right man on the right place.

Toni mengungkapkan, dalam beberapa periode terakhir DKPP Kota Bogor telah mengalami sedikitnya delapan kali pergantian pimpinan. Namun, sebagian besar pejabat yang mengisi posisi tersebut dinilai tidak memiliki latar belakang yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi dinas.

Baca Juga  Pemnas Bogor Minta DPRD Tindaklanjuti Isu Dugaan Ijazah Palsu Direksi Perumda Tirta Pakuan

“Sektor ini terlalu krusial untuk dijadikan tempat uji coba bagi figur yang tidak memiliki kedekatan teknis dengan tupoksi DKPP. Kita butuh keberlanjutan dan akselerasi, bukan pengulangan proses belajar dari nol yang membuang waktu penyerapan anggaran dan pelayanan publik,” ujar Toni.

Ia menjelaskan, tantangan ketahanan pangan di Kota Bogor ke depan semakin kompleks. Mulai dari mitigasi distribusi hewan ternak, pengawasan higienitas pangan, hingga pemberdayaan petani perkotaan membutuhkan pemimpin yang telah memahami ekosistem sektor tersebut.

Selain menjabat Ketua HPPMI Kota Bogor, Toni juga merupakan Wakil Ketua KNPI Kota Bogor. Menurutnya, pembenahan DKPP idealnya dipimpin oleh birokrat karier internal yang memiliki rekam jejak dan pengalaman teknis yang kuat.