KABUPATEN BOGOR – Dinas Tenaga Kerja Kabuoaten Bogor melalui Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor, Joko Sumarno mengakui jika program Bogor Carreer Center (BCC) belum efektif dalam melayani para pencari kerja di Kabupaten Bogor.

Menurut Joko dikarenakan belum siapnya sejumlah sumber daya yang menunjang program BCC tersebut. Menurutnya, hingga saat ini program BCC yang diharapkan oleh masyarakat bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bogor masih dalam tahapan pengembangan.

“Insyaallah target pengembangan selesai di bulan Agustus 2021, rencana dalam pengembangan tersebut, tersedianya gerai BCC di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor,” ucapnya dilansir dari cibinongnews.com (CnC), Minggu (18/7).

Baca Juga  Headline Bogor | UPT Wilayah IV Kabupaten Bogor Tinjau Kerusakan Ruas Jalan

Adapun layanan yang nanti disediakan dalam gerai BCC, menurut Joko ialah tentang informasi lowongan pekerjaan, informasi peningkatan kompetensi, informasi pemagangan, dan beberapa hal lain yang ada keterkaitannya dengan pelayanan disnaker termasuk data ketenagakerjaan.

“Program BCC sebagai penyedia informasi dan data ketenagakerjaan, diantaranya informasi lowongan kerja, sehingga membuka kesempatan masyarakat Kabupaten Bogor dapat bersaing di dunia kerja,” singkatnya.

Dalam pemberitaan Sebelumnya, salah satu aktivis buruh yang menyoroti program BBC ini ialah Rizal Reinden, Ketua Forum Komunikasi Buruh Citeureup (FKBC), menurutnya sejauh diciptakannya BCC ini belum ada kinerja yang bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bogor.

Baca Juga  Headline Bogor | Pemkab Bogor Pinjam Pakaikan Aset Masjid dan Mushola di Desa Kebasiran

“Seharusnya BCC bisa memberikan informasi terkait kebutuhan akan tenaga Kerja di wilayah kabupaten Bogor sesuai dengan maksud dan tujuannya lembaga ini didirikan,” ucapnya.

Sehingga, lanjut Rizal, kehadiran lembaga ini bisa dirasakan oleh masyarakat kabupaten Bogor. “Minimal bisa memberikan informasi atau dapat memfasilitasi skill akan kebutuhan tenaga Kerja sampai penempatan tenaga kerja namun sampai saat ini kami belum melihat Output atau hasilnya,” jelas Rizal. (*)