KABUPATEN BOGOR – Sudah hampir dua bulan bendungan Saimun dan bendungan Biah Desa Cibuntu, Kecamatan Ciampea jebol, dan hingga kini belum juga di perbaiki oleh dinas terkait. Padahal, aliran air dari bendungan tersebut mengaliri persawahan di tiga desa di Kecamatan Ciampea.
“Saya sudah laporkan Dinas terkait, tapi bendungan Saium yang jebol sepanjang 15 meter belum juga di perbaiki,” ujar
Kepala Desa Cibuntu, Kecamatan Ciampea Ahmad Yani.
Ahmad Yani mengatakan, kalau menunggu dibangun dengan penganggaran daerah tentu memerlukan waktu yang relatif lama. Sedangkan para petani di Desa Cibuntu, Desa Cicadas, dan Ciampea Udik membutuhkan air untuk mengaliri persawahan mereka. ia berharap dinas terkait dapat memperbaiki bendungan yang jebol tersebut secepatnya.
“Intinya kita minta secepatnya bendungan Saimun di perbaiki. Minimal di berikan Beronjong dulu, untuk batu beronjong bisa dengan swadaya masyarakat,” katanya.
Menangapi permasalahan tersebut, Pengawas Irigasi wilayah Ciampea, Didin Hidayat mengaku, bendungan Saimun yang jebol bukan di biarkan tapi sudah di tinjau oleh UPT Pengairan, ia menjelaskan perbaikan bendungan Saimun akan di realisasikan tahun 2020 dan bendungan Biah masuk ke pengajuan simral 2021.
“Kita sudah meninjau ke lokasi bendungan dan di masukan ke Simral . Diharapkan tahun ini bisa di perbaiki dan di kerjakan,” tukasnya.
(Agil)



