BGN Catat 1.528 SPPG Di-Suspend, Tren Menurun Usai Pendaftaran SLHS

Dok. Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Eyang

JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan sebanyak 1.528 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia sempat mengalami penghentian operasional sementara hingga Rabu (25/3). Angka tersebut merupakan akumulasi sejak Januari 2025 hingga Maret 2026.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyebut jumlah tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan kondisi dua pekan sebelumnya.

“Terjadi penurunan dibandingkan dua minggu lalu karena sudah pada mendaftar SLHS,” ujar Nanik di Jakarta, Rabu 25/3.

Post ADS 1

Ia menjelaskan, pada dua minggu sebelumnya jumlah SPPG terdampak lebih tinggi, khususnya di Pulau Jawa yang mencapai lebih dari 1.500 unit. Sementara itu, wilayah Indonesia Timur mencatat 779 SPPG terdampak dan Indonesia Barat sebanyak 492 SPPG.

Menurut Nanik, penghentian sementara diberlakukan terutama bagi SPPG yang belum mengantongi SLHS (Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi). Namun setelah dilakukan evaluasi dan penindakan, sebagian besar unit kini telah memenuhi persyaratan tersebut.

“Setelah kita suspend, kalau masalahnya karena belum mendaftar SLHS, sekarang sudah banyak yang mendaftar,” kata dia.

Pages: 1 2

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !