JAKARTA – Bupati Bogor Ade, Yasin jadikan momen Rapat Kerja Kepala Daerah Jabodetabekjur tentang Pengendalian Aktivitas Masyarakat Dalam Pencegahan Covid-19 Pada Masa Libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H, sebagai sarana kolaborasi terkait pengendalian pandemi Covid-19 di Jabodetabekjur, serta dapat meningkatkan kolaborasi dan sinergi antara Pemkan Bogor dengan Jabodetabekjur. (10/5).

Bupati Bogor, Ade Yasin mengungkapkan bahwa Kabupaten Bogor merupakan daerah yang berdekatan dengan Jakarta dan menghubungkan tiga provinsi yakni Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta, juga dekat dengan 10 Kota/Kabupaten yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor. Artinya penanganan dan pengendalian Covid-19 cukup berat.

Baca Juga  Headline Bogor | Tim Gugus Kabupaten Bogor Tegaskan Rapid Test Bagi ODP, PDP dan OTG Gratis

“Melalui Rakerda ini bisa meningkatkan koordinasi antara Pemkab Bogor degan Pemerintah Bodetabekjur sehingga bisa meringankan tugas-tugas kita di lapangan berkaitan dengan pengendalian dan penanganan Covid-19,” ujar Bupati Ade Yasin, Ruang Pola Gedung Blok G Lantai 2, Balaikota Pemerintah DKI Jakarta.

Menurut Bupati, terkait pelaksanaan Sholat Idul Fitri, untuk mencegah terjadinya kerumunan dan penyebaran Covid-19, ditiadakan pelaksanaannya di lapangan, melainkan hanya dapat dilaksanakan di masjid dan mushola di tingkat RT saja.

Baca Juga  Headline Bogor | Bupati Bogor Minta Kafilah STQ Kabupaten Bogor Berusaha Maksimal

“Karena kita masih berlakukan PPKM mikro, sehingga Sholat Idul Fitri bisa dipantau langsung oleh Satgas RT/RW, ini sebagai upaya pencegahan terjadinya kerumunan, termasuk Sholat Ied di Lapangan Tegar Beriman juga kita tiadakan,” tegas Bupati.