
Ade Yasin menyatakan, untuk SDG’s kelima belas yaitu ekosistem daratan dengan terbangunnya hutan kota, ini target yang ingin dicapai. Keenam belas perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh termasuk pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik bersih dan efektif. Ketujuh belas kemitraan untuk mencapai tujuan dengan meningkatkan promosi, pengembangan destinasi dan penguatan jejaring pariwisata serta meningkatkan prestasi olahraga, terlestarikan seni dan budaya dengan cara menanamkan nilai budaya melalui pendidikan formal dan nonformal.
“Mencapai SDG’s ditengah kondisi pandemi Covid-19 tentunya tidak mudah. untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bogor harus mampu menerjemahkan dan melokalkan tujuan global SDG’s, menyesuaikan prioritas dan berbagai istilahnya dengan kearifan lokal, dan menyelaraskan dengan visi Kabupaten Bogor Termaju Nyaman dan Berkeadaban, sehingga lebih konkret, dan realistis untuk dicapai,” Imbuhnya.
Di tempat yang sama, Ketua Delegasi Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR RI, Fadli Zon menerangkan, Kegiatan public outreach melalui BKSAP Day ke berbagai Provinsi bertujuan melihat potensi kampus untuk menjadi centre of excellence keunggulan komparatif wilayahnya, karena BKSAP dapat berperan dalam mendukung pemulihan berbagai sektor terdampak, misal, pariwisata nasional dan produk UMKM dalam rangka Nation Branding, local wisdom atau kearifan lokal memiliki posisi strategis dalam pemulihan pascapandemi.
“Kearifan lokal menjadi faktor keunggulan daya saing yang unik dan sulit ditiru, sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Memperkaya nation branding, kearifan lokal merupakan bagian dari nation branding yang dapat dipromosikan oleh BKSAP melalui kiprah diplomasinya, baik di tingkat bilateral, regional ataupun multilateral,” cetusnya. (*)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !