BOGOR – Makin hari makin banyak daerah yang terkena bencana alam banjir dan longsor, dan makin banyak daerah yang terkendala akses menuju lokasi karena jalanan yang terputus dan tertimbun tanah longsor, salah satunya yaitu Desa Cileuksa. Daerah di Kabupaten Bogor yang terisolir dan akses untuk menuju kesana tidak dimungkinkan oleh kendaraan, hingga jalan kaki pun terasa sulit, karena hampir disetiap rute perjalanan tertimbun tanah longsor.

Melihat persoalan itu, HMI Cabang Kota Bogor memutuskan untuk pergi ke lokasi bencana dan mengirimkan bantuan secara langsung bersama masyarakat kp.pasir nangka pada hari minggu, 05 Januari 2020.

Dimulai dengan pemberangkatan pada minggu pukul 08.15 wib dari Cigudeg, kemudian dilanjutkan menggunakan kendaraan 4 mobil dan 20 motor. Tiba dilokasi Kampung Cipugur akhir akses jalan kendaraan pada pukul 11.00 wib dan parkir kendaraan di Cipugur.

Baca Juga  Headline Bogor | Pemilik NBS Dianugerahi Penghargaan, Ini Kata Stokis Asal Jakarta dan Bogor

“Kita mulai jalan kaki pukul 11.15 Wib menghabiskan 4 jam perjalanan. tiba di Cileuksa pukul 15.20 WIB dan disambut langsung oleh Jaro Cileuksa serta warga Cileuksa yang sedang mengungsi,” ujar Herdi, Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor.

Bantuan di Cileuksa masih sedikit, karena terkendala terputusnya akses, “Saya yakin jika untuk bantuan sembako dan lain – lain pasti banyak, karena aksesnya sulit jadi bantuan tidak cepat sampai ke tujuan, oleh karena itu saya himbau kepada seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa beserta relawan mudah – mudahan bisa mengirimkan bantuannya secara langsung ke cileuksa,” harap Herdi.

Jaro Ujang menambahkan, “Baru rombongan kalian yang pertama mengirimkan bantuan secara langsung, dan saya mewakili warga Desa Cileuksa mengucapkan terima kasih banyak atas bantuannya dari HMI Cabang Kota Bogor dan Pemuda Pasir Nangka,” tuturnya.

Baca Juga  Ini Saran LIPI Bila Jumpai Ikan Arapaima Gigas, Si Predator Ikan Air Tawar | Headline Bogor

“Dan Allhamdulilah Bantuan dari HMI Cabang Kota Bogor dan Masyarakat Pasir nangka tersampaikan langsung ke korban bencana,” tambah Jaro Ujang.

Herdi berharap, Pemerintah harus bergerak cepat, jika menunggu akses lancar maka korban yang terisolir dipastikan akan kelaparan. “Makin hari pasti makin banyak bantuan yang datang ke posko-posko bencana dan mungkin ini menjadi persoalan yang sama, siapa yg mengirimkan bantuan itu langsung ke lokasi bencana dengan kondisi yg kurang memungkinkan ? Melihat cuaca yang labil, dan intensitas hujan yg cukup lumayan disetiap harinya,” tandas Herdi. (*)