KABUPATEN BOGOR – Program pembangunan infrastruktur yang sedang dikerjakan pemerintah daerah Kabupaten Bogor, terutama terkait pembangunan di Lingkar Laladon yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor sebesar Rp. 10 Milyar yang di kerjakan oleh PT. Yasuba Dwi Perkasa, dengan Konsultan pengawas Dari PT. Nasuma Putra yang dimulai per tanggal 12 April 2018 dengan waktu pelaksanaan 150 hari (hari kalender) ini mendapat perhatian dari Kedutaan Besar Australia.
Pekerjaan lingkar Laladon ini merupakan solusi dari penguraian kemacetan yang terjadi, membuka akses jalan baru dari terminal Laladon dengan akses keluar di di depan Hotel Duta Berlian, serta mempermudah tranportasi dan jalur alternatif.
Candra sebagai (PPK) Pejabat Pembuat Komitment Proyek Lingkar Laladon menuturkan, peninjauan yang dilakukannya bersama Kedutaan Australia, Benjamin merupakan kegiatan peninjauan sekaligus study banding perihal standar keselamatan kerja serta Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam bidang proyek.

“Kita tinjau kelapangan bersama Kedutaan Besar Australia, Mr. Benjamin sekaligus Study Banding terkait teknologi ( SE ) Safety Engineering/Teknik keselamatan ( SNI ) Standar Nasional Indonesia yang digunakan dilokasi proyek ini serta sifatnya kunjungan sekaligus pengecekan Proyek di Area Dinas PUPR. Dan terkait Permasalahan dilapangan hanya Sistematis saja, karena kontur tanah dilokasi Lingkar Laladon ini merupakan lahan bekas rawa, dan pihak kontraktor bisa mengatasinya.” Ujarnya.
Hal senada juga dikatakan oleh pihak Bappeda Kabupaten Bogor Dito, kunjungan dari Kedutaan Australia tersebut merupakan peninjauan yang bersifat bahan perbandingan dan tudak hanya di Kabupaten Bogor namun namun beberapa kota/kabupaten di Indonesia.
“Kunjungan Kedutaan Besar Australia ini dalam agenda ingin meninjau langsung sebagai bahan perbandingan bagi pihak mereka, dan tidak hanya di Kabupaten Bogor saja yang di kunjungi, kami dari Bappeda hanya pendampingan untuk pihak kedubes” ujarnya.
Sedang dari pihak pelaksana (kontraktor-red) dalam hal ini diwakili oleh Agus Prayitno selaku mandor proyek mengatakan, mengapresiasi peninjauan yang dilakukan Dinas PUPR, Bappeda serta dari Kedutaan Australia karena bisa menilai dimana kekurangan yang telag dikerjakan.
“Saya senang dengan kunjungan dari pihak PUPR dan Bappeda apalagi ditambah dengan ada dari pihak Kedubes Australia, karena bisa melihat sampai sejauh mana pekerjaan yang sudah kami lakukan kemudian dimana kekurangannya. Sampai sejauh ini Pekerjaan Lingkar Laladon berjalan lancar dan tidak ada kendala apa pun dilapangan, dengan waktu kurang lebih 5 bulan ini kami sangat optimis bisa menyelesaikannya tepat waktu yang sudah disepakati dalam kontraknya. ” katanya
Agil/Blade

