
NEW YORK – Indonesia menyerukan kepada negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengakui Palestina sebagai investasi untuk mewujudkan dunia yang lebih damai dan adil.
Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam Debat Umum High-Level Week Sidang Majelis Umum PBB ke-79 pada Sabtu (28/9).
Dalam pidatonya, Menlu RI juga mendesak anggota tetap Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah konkret menghentikan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel.
Selain itu, Retno Marsudi menekankan pentingnya penghentian kekebalan hukum yang selama ini dinikmati Israel.
“Mandat DK PBB adalah menciptakan perdamaian, bukan melanggengkan perang atau mendukung pelaku perang,” ujar Menlu RI.
Retno juga mengusulkan tiga prioritas utama dalam menciptakan kepemimpinan global yang inklusif. Pertama, memajukan perdamaian yang mencakup seluruh pihak.
Kedua, memastikan masa depan yang berketahanan melalui kesejahteraan bersama. Ketiga, membangun jembatan untuk menggalang kolaborasi global.
Indonesia, menurut Menlu, telah menerapkan prinsip-prinsip ini dalam kiprah internasionalnya. Sejak penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955, Indonesia terus menyuarakan kepentingan negara-negara Global South.
Selama satu dekade terakhir, Indonesia juga aktif dalam merespons isu global, termasuk melalui kepemimpinan di tengah pandemi Covid-19.
“Presidensi Indonesia di G-20 pada 2022 menjadi bukti nyata bagaimana Indonesia mampu menjembatani perbedaan kepentingan di antara negara anggota,” ujar Retno.
Selain itu, Indonesia berkomitmen untuk terus berkontribusi pada perdamaian dunia, termasuk melalui pemberdayaan perempuan, yang dianggap penting untuk mendorong perdamaian dan kesejahteraan.
Retno juga menekankan pentingnya akses setara bagi perempuan, termasuk di Afghanistan, dalam mendapatkan pendidikan.
“Pemberdayaan perempuan akan mendorong perdamaian dan kesejahteraan,” tutup Retno Marsudi. (DR)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !