TNI AL juga telah mengirimkan distres ISMERLO (International Submarine Escape and Rescue Liaison officer). Dan telah menerima respon beberapa negara dan siap memberikan bantuan, di antaranya adalah Singapura, Australia, dan India.

Sebagai informasi, KRI Nanggala-402 dibuat pada tahun 1977 di HDW( Howaldtswerke Deutsche Werft) Jerman dan bergabung dengan jajaran TNI AL pada tahun 1981.

Kemhan terus memonitor pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 dari jajaran Armada II Surabaya yang hilang kontak saat sedang melaksanakan latihan penembakan senjata strategis di perairan Bali. (*)

Baca Juga  Gempa Bumi 3,8 Skala Ricther Gunjang NTT | Headline Bogor