MALANG – Sebagaian wilayah Kabupaten Malang, diguncang gempa bumi tektonik, kemarin Selasa (19 Juni 2018). Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, gempa bumi yang terjadi berkekuatan Magnitude (setara dengan skala richter) 4,6.

Gempa ini, berpusat pada koordinat 9.08 Lintang Selatan hingga 112.80 Bujur Timur. Tepatnya di laut pada jarak 108 kilometer Tenggara Kabupaten Malang. Gempa ini terjadi di kedalaman 8 kilometer.

“Gempa tidak berpotensi tsunami,” kata Kepala Stasiun Geofisika Karangkates, Malang, Musripan, Selasa (19 Juni 2018).

Baca Juga  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat Tolak Keras Perubahan Tanggal Hari Pers Nasional | Headline Bogor

Ia melanjutkan, hasil analisis dari peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan, dampak gempa bumi ini menimbulkan guncangan pada I Skala Intensitas Gempabumi (SIG) BMKG atau II MMI di sebagian wilayah Malang Jawa Timur. Jika ditinjau dari lokasi pusat terjadinya gempanya. Gempa bumi tersebut berada di laut yang diakibatkan oleh aktivitas pergerakan subduksi.

Musripan melanjutkan, menurut laporan yang diterima Stasiun Geofisika Karangkates Malang, di daerah tersebut guncangan gempa bumi dirasakan oleh beberapa orang di wilayah Malang.

Antara lain Sawojajar, Balekambang, Ampelgading, Donomulyo, dan Dampit, dengan intensitas I SIG-BMKG (II MMI). Hingga saat ini belum ada laporan lebih lanjut mengenai dampak gempa bumi tersebut.

Baca Juga  Tabrakan Maut di Puncak, Makan Korban Pejalan Kaki

Hingga analisis ini dibuat, tidak tercatat gempa bumi susulan. Dia mengimbau kepada warga agar tidak terpancing dengan isu yang menyesatkan.

“Sehingga kepada warga di Malang dan sekitarnya diimbau agar tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu-isu,” katanya.

Sementara itu, Ali, salah satu warga Ampelgading mengaku merasakan getaran di kawasan tersebut. “Tidak kencang, tapi terasa,” tegasnya.