BOGOR – DPK GMNI Gabungan Unida mengadakan pengkaderan di berbagai fakuktas dimna ini menjadikan tahapan dalam regenerasi. Sesuai dengan basis GMNI dari tahun ke tahun selalu membahas tentang tantangan jaman yang akan di hadapi ganerasi milinial di tahun 2030 dimna bonus demografi akan meledak banyak orang yang bersaing di setiap perjalan nya. (26/12)

GMNI dengan ajarannya yaitu Marhaenisme Bung Karno yang memiliki prinsip perjuangan yang memang harus di jalankan dalam kehidupan sehari-hari yang harus di mengerti dan dipahami oleh para anggota baru GMNI yaitu paham nasionalisme yang memihak kepada setiap rakyat kecil, dengan prinsip yang di embannya ialah pertama non-kooprasi: dengan kenal siapa kawan siapa lawan, kedua machtvorming: membentuk kekutan sebanyak banyaknya, machtvorming yang bersendikan anti-thesis antara sana dan sini, ketiga massa aksi: ini sangatlah perlu karena kebangkitan massa secara Progresif-Revolusioner yang dibebankan oleh tenaga-tenaga masyarakat itu sendiri yang sadar akan perjuangan GMNI,

Untuk yang keempat yakni radikalisme: yang dimna sikap mendasar merupakan radikalisme pemikiran, radikalisme semangat, radikalisme gerakan, kelima Selfhelp: yang penuh semagat mengelola sumber daya yang dimiliki dan tidak bergantung pada pihak lain, ke enam self relience: tentunya anggota GMNI harus percaya diri dengan kekutan diri sendiri.
Ada lagi dimna anggota GMNI baru ini perlunya pengembangan konseptual Trisakti yaitu berdaulat di bidak politik, berdikasi di bidang ekonomi & kepribadian dalam budaya, tentunya ini akan berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan ajaran bung Karno di GMNI, Marhaenisme ialah Pancasila, Pancasila ialah Marhaenisme.

Baca Juga  Komunitas "Ketimbang Ngemis - Bogor" Gelar Garage Sale, Untuk Membantu Yang Membutuhkan | Headline Bogor

“Marhaenisme ialah marxisme yang di tarapkan di Indonesia yang sesuai dengan kultul Indonesia yang tujuan nya Sosialisme ala Indonesia, dengan rasa penuh kesadaran dari diri sendiri tentunya kita semua harus eka sila ialah “gotong royong” atau yang bung Karno bilang “Ho Lopis Kuntul Baris,” Ujar Fera Priyatna, Ketua Cabang.

Adapun PPAB ini ialah agar setiap mahasiswa di kampus universitas djuanda khususnya DPK GMNI gabungan yang ini dia tau bahwa perjuangan GMNI amatlah sulit, maka dari itu kepada anggota baru GMNI harus terap solid dalam satu barisan agar roda organisasi GMNI terus berjalan sebagimana mestinya, Ujar Gema Proreto Revolusioner, selalu Ketua DPK GmnI Gabungan Unida

Baca Juga  Headline Bogor | KAHMI Bogor Distribusikan Bantuan APD Dan Makanan Bagi Paramedis

Acara ditutup dengan khidmat dengan menggemakan ikrar prestya yang dipimpin oleh ketua cabang GmnI Bogor lanjut di ikuti oleh para calon anggota baru. (*)