
“Tidak hanya Persib, tapi semua klub yang akan memulai proses kompetisi (liga) silakan ajukan (permohonan pengetesan), nanti difasilitasi oleh Gugus Tugas provinsi, termasuk Persikabo, Cimahi, dan lainnya,” tutur Kang Emil.
Terkait penggunaan stadion, Kang Emil mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan status lokasi stadion berdasarkan level kewaspadaan. Stadion bisa dijadikan venue kompetisi jika berada di Zona Biru atau Zona Hijau, termasuk stadion Si Jalak Harupat yang berstandar internasional harus dipastikan berada di zona aman.
“Nanti saya cek stadion-stadion itu secara PSBM (Pembatasan Sosial Berskala Mikro) apakah memenuhi Zona Biru atau Hijau. Kajian dari PSSI, (Si Jalak Harupat) salah satu yang dijagokan (sebagai venue) karena dipakai selama Asian Games, standarnya sudah standar internasional,” ucap Kang Emil.
“Kami dukung (Si Jalak Harupat sebagai venue) itu dan kami akan pastikan wilayahnya berada di zona yang aman untuk melaksanakan kegiatan kompetisi,” tegasnya.
Nantinya, meski stadion berada di zona aman, Kang Emil tetap merekomendasikan agar pertandingan yang digelar di Jabar tidak melibatkan penonton sebagai bentuk meningkatkan kewaspadaan selama pandemi COVID-19.
“Saya rekomendasi kalau bertanding di Jawa Barat belum boleh dulu dengan penonton. Di Eropa juga sama, sampai betul-betul kondisi (pandemi) bisa kita kendalikan secara keseluruhan,” ucap Kang Emil.
Sementara itu, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat Umuh Muchtar sangat mengapresiasi bantuan fasilitasi swab test dari Gugus Tugas Jabar. Menurutnya, perhatian pemerintah ini sangat memotivasi semangat Maung Bandung jelang bertanding di musim ini. Umuh juga berujar, proses latihan tim akan segera dimulai usai laporan hasil swab test diterima.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur atas perhatiannya kepada Persib, mudah-mudahan dalam perjalanan pejuang Persib ini kalau diteruskan Insyaallah bisa jadi juara,” ujar Umuh.
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !