“Kita harus bersama-sama menjaga toleransi antar umat beragama. Mari sama-sama membangun negeri yang kita cintai ini, dan kerukunan antar umat beragama kita tindak lanjuti sebagai prioritas utama dalam pergaulan sehari-hari,” tambah Pelani.
Selain itu, ia juga mengimbau seluruh masyarakat agar senantiasa menciptakan suasana kondusif selama perayaan tahun baru Imlek.
“Semoga perayaan imlek ini berjalan aman dan lancar. Selain itu, dengan kehadiran kami di perayaan tahun baru imlek ini bisa meningkatkan sinergitas ,” katanya.
Warga Tionghoa, Hari Lesmana menuturkan makna perayaan imlek merupakan wujud rasa syukur. Tahun 2020 menjadi Tahun Tikus Logam dalam kalender China. Makna, tahun tikus logam biasanya mendatangkan keberuntungan, lebih ulet dalam mencari rezeki.
“Perayaan sendiri dilaksanakan dua minggu setelah Imlek yang biasanya disimbolkan dengan menggotong Kimsin yang disimbolkan dengan Patung Hoktek Ceng Sin (Dewa Bumi,) Dewi Kwan In yang dikenal dengan sebutan Dewi Welas Asih atau Dewi Penolong,” tutupnya.(Agil)