
JAKARTA – Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI menjadi tuan rumah penyelenggaraan United Nations Peacekeeping Ministerial Preparatory Meeting yang dibuka secara resmi oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, pada Selasa (4/2) di Sentul, Bogor.
Pertemuan ini dihadiri oleh 153 peserta, termasuk pejabat tinggi PBB, perwakilan dari 58 negara anggota PBB, serta lembaga think tank global.
Dalam sambutannya, Menlu Sugiono menegaskan komitmen Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk terus memperkuat perannya dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP) PBB.
Ia menyoroti tiga poin penting: penghormatan terhadap prinsip-prinsip dasar MPP PBB, mendorong misi yang adaptif, serta identifikasi kapabilitas yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global.
“Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam MPP PBB, termasuk keunggulan pasukan kami dalam community engagement” ujar Sugiono.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi internasional untuk memastikan efektivitas misi perdamaian PBB.
Kebanggaan dan Kontribusi Indonesia
Komandan PMPP TNI, Mayjen TNI Taufik Budi Santoso, yang menjadi salah satu panelis utama, menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah pertemuan ini.
Ia mengungkapkan bahwa Indonesia telah berpartisipasi dalam MPP PBB sejak tahun 1957. Saat ini, Indonesia menempati posisi kelima sebagai negara pengirim pasukan terbesar ke MPP PBB, dengan 2.753 personel yang tersebar di delapan misi.
Diskusi Panel dan Persiapan Menuju Pertemuan Tingkat Menteri.
Pertemuan yang berlangsung selama dua hari ini diisi dengan lima sesi diskusi panel yang membahas tantangan dan peluang masa depan MPP PBB.
Para delegasi akan membahas sumber daya dan kapabilitas yang diperlukan untuk menghadapi tantangan keamanan internasional yang semakin kompleks. Selain itu, peserta juga berkesempatan meninjau fasilitas pelatihan di PMPP TNI Sentul.
Pertemuan ini bertujuan untuk merumuskan masukan bagi komitmen negara-negara dalam MPP PBB untuk dua tahun ke depan. Hasilnya akan disampaikan dalam United Nations Peacekeeping Ministerial di Berlin, Jerman, pada 13-14 Mei 2025 mendatang. (DR)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !