KABUPATEN BOGOR – Perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543 bertajuk Kabogorfest 2025 yang digelar sejak 11 hingga 26 Juni di Stadion Pakansari, Cibinong, menuai sorotan.

Masyarakat mempertanyakan etika pelaksanaan acara hiburan tersebut, terutama saat malam pergantian tahun Islam, 1 Muharram 1447 Hijriah, yang seharusnya menjadi momentum reflektif dan penuh makna spiritual.

Ironisnya, Kabupaten Bogor dikenal luas sebagai kawasan yang memiliki akar religius kuat. Daerah ini dihuni banyak pesantren serta ulama-ulama berpengaruh, yang menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakat.

Namun, nuansa tersebut tampak luntur pada malam pergantian tahun Hijriah. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari unggahan story salah satu pegawai di lingkungan Pemerintahan Cibinong (yang identitasnya kami samarkan), suara musik dangdut terdengar di area stadion Pakansari tak lama setelah kumandang azan berkumandang atau sholat magrib.

Baca Juga  Headline Bogor | Sukseskan Program Petani Milenial, Pemkab Bogor Siapkan Lahan dan SDM

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara Kabogorfest maupun pemerintah daerah terkait insiden tersebut. Namun, sejumlah pihak mendesak agar ke depan panitia lebih sensitif terhadap momentum keagamaan, terutama saat acara bertepatan dengan hari-hari besar Islam.

Untuk diketahui, Kabogorfest 2025 yang diisi beragam kegiatan hiburan dan ekonomi kreatif memang menjadi daya tarik tersendiri setiap tahunnya. Namun, penyelenggara diharapkan tetap mengedepankan harmoni antara semangat festival dan nilai-nilai budaya lokal agar tidak terjadi gesekan persepsi di masyarakat. (SND)