KARAWANG – Kusmayadi sudah jarang pergi ke sawah empat bulan terakhir ini. Hujan tidak lagi turun, sumber mata air pun kering. Padi tidak bisa ditanam, berarti tidak ada hasil panen musim ini. Jangankan air untuk mengalirkan tanaman padi, untuk minum pun keluarga Kusmayadi harus berhemat.
Kekeringan turut melanda tempat tinggal Kusmayadi di Kampung Jungkur, Desa Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat. Di desa tersebut, terdapat sebuah bendungan yang biasa dimanfaatkan warga untuk mandi, mencuci, dan pertanian. “Bendungan sekarang juga kering,” ujar Kusmayadi sambil menunjukkan pada kami kondisi bendungan Jungkur yang airnya sudah tidak penuh, bendungan tersebut berada tepat di belakang rumahnya.
Menurut Sekretaris Desa Kutalanggeng Sugiri Chandra Kusuma, di musim kemarau ini, selain krisis air bersih, ekonomi warga turut terganggu. Ia mengatakan, gagal panen membuat penghasilan warga berkurang. “Secara ekonomi sangat berdampak. Ketika gagal panen, pendapatan mereka berkurang. Di desa ini banyak petani padi,” jelas Sugiri.
Warga biasa mengairi lahan pertanian dengan air dari Bendungan Jungkur, namun bendungan Jungkur saat ini juga tidak berfungsi. “Biasanya masyarakat di sini tidak kekeringan. Apalagi, di sini ada Bendungan Jungkur, namun bendungannya juga sedang mengalami kebocoran,” ungkap Sugiri, Senin (2/9) ketika armada air bersih Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bogor-Depok-Karawang-Bekasi (Bodekasi) mendistribusikan air bersih di desanya.
Sugiri juga mengatakan, bila tidak ada air bersih warga terpaksa membeli air bersih yang per 1.000 liter seharga Rp 70 ribu. “Bisa dibayangkan dan dikalkulasikan berapa biaya yang harus dikeluarkan warga bila membeli air setiap hari,” tambah Sugiri.
Kepala Cabang ACT Bodekasi Catur Widodo mengatakan, distribusi air bersih ke sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang merupakan ikhtiar ACT meredam krisis air bersih akibat kekeringan.
“Berdasarkan asesmen tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), dari 30 kecamatan di Kabupaten Karawang, tujuh di antaranya mengalami kekeringan cukup parah. Hari ini ACT Bodekasi mendistribusikan air bersih di sembilan titik di empat kecamatan,” terang Catur, Senin (2/9). Menurut Catur, kekeringan di wilayah Karawang sudah dialami masyarakat sejak empat sampai lima bulan lalu.
Catur mengatakan, ACT Bodekasi juga akan mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah Bodekasi yang juga mengalami kekeringan. “Di Kabupaten Bogor, kami masih melakukan asesmen,” pungkasnya.
(ACTNews)