“Melalui sistem ini diharapkan penanganan kegawatdaruratan di Kabupaten Bogor ini. Bisa lebih cepat, karena telah dilakukan dengan sistem yang terintegrasi. Kedepannya kita berharap dapat terintegrasi dengan Perangkat Daerah lainnya yakni, Dinas Sosial, PDAM, bahkan dengan swasta seperti PLN. Sehingga kita bisa meminimalisir terjadinya kejadian yang mengancam keselamatan bahkan nyawa masyarakat ketika terjadi kegawatdaruratan di Kabupaten Bogor,” Kardenal Menegaskan.

Kabid E-Govermen Diskominfo Kabupaten Bogor, Ernaningsih melanjutkan, sistem ini harus dibarengi dengan penguasaan teknis dan pengalaman Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan profesional. Untuk itu melalui kegiatan Bimbingan Teknis sistem aplikasi Bogor Siaga 112. Diharapkan mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan optimal, sesuai apa yang diharapkan masyarakat.

Baca Juga  Asep Wahyuwijaya : KPU Dan Panwas Bisa Langsung Eleminasi Kandidat Model Begini | Headline Bogor

“Perlu kolaborasi yang erat dalam mengoptimalkan Bogor Siaga 112 ini. Karena setiap PD terkait memiliki peran dan fungsinya masing-masing. Sesuai laporan kegawatdaruratan yang disampaikan masyarakat. Dengan bergandengan tangan tentunya kita bisa menangani kegawatdaruratan dengan maksimal. Serta dapat mendorong mewujudkan misi Pancakarsa,” imbuhnya. (*)