BOGOR RAYA – para pemuda masih sangat bergelora dan empati merekapun masih tinggi. Itu semua terpancar pada diri sekelompok anak muda yang tergabung dalam Komunitas SENYUM DIFABEL.

Komunitas SENYUM DIFABEL adalah sekumpulan anak muda para mahasiswa semester awal hingga yang sudah lulus Sarjana dari IPB. Mereka ada 17 orang. Sudah sejak 7 (tujuh) bulan berselang Nizar – Penggagas sekaligus Ketua SENYUM DIFABEL intens berkomunikasi dan berkunjung ke DIFFABLE ACTION Indonesia guna membahas ‘apa yang bisa dilakukan untuk memajukan Difabel’

Hingga pada akhirnya saat pertemuan di Gelora Bung Karno Jakarta jelang Penutupan ASIAN PARA GAMES disepakatilah sebuah Event Bersama. Yang merupakan rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Disabilitas International tahun 2018 setiap tanggal 3 Desember.

Rangkaian kegiatannya melibatkan 80 siswa-siswi Difabel. Dari segala jenis Difabel seperti Grahita, Autism, ADHD, Down Syndrome, Low Vision, Rungu dan Daksa. Mulai dari siswa tingkat SD hingga tingkat SMA, dari Kota dan Kabupaten Bogor.

“Kegiatannya adalah Upgrading untuk menggali Minat Bakat anak-anak Difabel dan Mengenalkan serta menambah Kecintaan pada Produk Handmade Ramah Lingkungan”, jelas Isna Sekjen Yayasan DIFFABLE ACTION Indonesia

Baca Juga  Pemuda Pamijahan Gagas Koperasi Pemberdayaan Masyarakat | Headline Bogor

“Bentuknya adalah Workshop Decoupage Art dan Terarium. Yang digelar di Mall BTM pada hari Sabtu tanggal 10 November 2018. Dimulai pukul 10.30 pagi dan di ikuti 40 anak yang terbagi dalam 2 kelompok,” lanjut Isna lagi.

Decoupage adalah menggunting, menata dan menempel gambar tissue pada sebidang benda.

Sedangkan Terarium adalah seni menata Tanaman Gurun (kaktus dan sukulen) dalam wadah kaca miniatur.

Nizar menambahkan bahwa nanti hasil karya anak sebagian akan disimpan di sekolah asal dan sebagian lagi akan di pamerkan pada puncak acara peringatan Hari Disabilitas International bulan Desember nanti.

Workshop digelar di sebuah Mall dengan konsep terbuka bertujuan untuk menunjukkan pada masyarakat luas bahwa anak-anak Difabel juga punya Potensi dan kemampuan yang mumpuni dalam berkreatifitas. Selain juga untuk memupuk rasa Percaya Diri mereka.

Baca Juga  Tati Mistati : Sosok Pahlawan Sejati Di Sekitar Kita | Headline Bogor

“Ini juga adalah untuk memenuhi ajakan seorang teman yang ingin memperkenalkan sesuatu yang baru pada anak-anak Difabel. Yakni Montase, sebuah seni menggunting – mewarna – menyusun dan menempel gambar pada selembar kertas kerja hingga hasilnya rapi dan berefek 3D. Dan hasil setiap anak akan berbeda-beda tergantung kreatifitas anak,” papar Isna lagi.

Adalah Global Interfor yang punya gawe menggelar Lomba Montase dan menggandeng anak-anak Difabel usia 7-10 tahun anggota DIFFABLE ACTION Indonesia sebanyak 30 anak.

DIFFABLE ACTION Indonesia juga menggelar Handmade karya IncuBie UMKM Difabel selama kegiatan berlangsung.

Nizar dan komunitasnya menginginkan agar dengan bertambahnya kemampuan dan ketrampilan anak-anak Difabel dengan menghasilkan suatu karya nantinya bisa jadi sebuah unit usaha yang bisa meningkatkan kesejahteraan dan membuat Difabel Senyum sumringah.

“Harapannya semua produk karya Difabel bisa bersaing di pasaran baik secara kualitas, kemasan dan juga harganya. Sehingga bisa banyak yang repeat order nantinya,” pungkas Isna. (*)