JAKARTA – Badan Otonom Ikatan Karya Wanita Indonesia (IKAWI) LSM GMBI menggelar audiensi dengan sejumlah kementerian pada 30 Juni hingga 7 Juli 2026. Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama, mulai dari pemberdayaan perempuan, literasi digital, ketahanan pangan keluarga, hingga pengolahan sampah menuju konsep zero waste.

Ketua Umum DPP IKAWI LSM GMBI, Friska Hanakin, mengatakan audiensi dilakukan sebagai langkah memperkuat sinergi antara organisasi dengan pemerintah dalam menjalankan program-program yang menyentuh masyarakat.

“Kami menyambut baik respons positif dari kementerian-kementerian yang kami kunjungi. IKAWI siap berkolaborasi dalam berbagai program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, literasi digital, ketahanan pangan keluarga, hingga pengolahan sampah yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Friska Hanakin dalam keterangannya yang diterima redaksi, Jumat (10/7).

Baca Juga  Mahfud MD Sebut Kasus Dugaan Pemerasan Mentan SYL Akan Dilakukan Profesional

Dalam audiensi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), DPP IKAWI diterima oleh Deputi Bidang Kesetaraan Gender. KemenPPPA menyatakan kesiapan untuk melibatkan DPP IKAWI LSM GMBI dalam berbagai kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang diselenggarakan kementerian.

Selain itu, KemenPPPA juga tengah mengembangkan konsep kebun pangan keluarga yang dinilai sejalan dengan program ketahanan pangan keluarga yang dijalankan IKAWI. Program pemberdayaan perempuan di tingkat desa juga menjadi salah satu fokus kerja sama yang dibahas.

Sementara itu, dalam audiensi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), rombongan DPP IKAWI diterima oleh Tenaga Ahli Wakil Menteri Komdigi, Nyimas Ratih. Komdigi menyatakan siap menjalin kolaborasi dengan IKAWI dan akan mengkaji lebih lanjut usulan program yang telah disampaikan.